Sunrise dan Sunset di Pantai Mawun

Wisata —Sabtu, 28 Aug 2021 12:47
    Bagikan  
Sunrise dan Sunset di Pantai Mawun
image/pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK

Kalau main ke pantai, biasanya yang Sobat lakukan apa saja sih? Ihh, bagi-bagi dong, biar Mimin juga tahu, plus Sobat dePost Lombok yang lain juga tahu ah. Iyah, soalnya kadang Mimin bingung nih, selain aneka wahana dan olahraga air, terus main pasir, terus foto-foto or taking selfie by our own camera, nah apa lagi yak?


Ehh, Sobat tahu nggak kalau ternyata nih ya, ada sebuah pantai yang saat sunrise dan sunset benar–benar ditunggu keberadaannya di sekitar bibir pantainya. Alhasil pemandangan laut saat itu bakal berpadu bersama silau dan gemilang emasnya matahari, yang mulai tersipu–sipu malu, atau mungkin penat jatuh tenggelam ke dasar bumi. Duhh, bahasa Mimin, tolong maafkan yak. Ehh, tapi bisa nih, Bisa mungkin kali kita jadikan opsi tambahan buat topik: “apa yang harus dilakukan ketika tiba di pantai” biar nggak bosan dan mainstream yak. Hmm, meski yah cukup mainstream juga sih.


Namun benar nih Sobat, berhubung kita bakal bincang tentang pantai Mawun nih ya kali ini, jadi memang pantai yang satu ini nggak kalah nge–hits dari pantai–pantai di Lombok lainnya, dan nyatanya sunset dan sunrise di sana itu lah yang selalu ditunggu–tunggu banyak pelancong. Mimin jadi penasaran dong. Cus as kita catat lokasinya.


Jadi ya, pantai ini tuh berlokasi di Desa Tumpak, kecamatan Pujuk, alias kabupaten Pulau Lombok Tengah. Kalau dilihat dari Pantai Kuta, tepatnya pantai Mawun ini berada di antara Pantai Kuta itu dan Pantai Selong Belanak.

Nah, to be honest lagi nih Sobat, nyatanya memang sulit dan belum ramai orang yang berkunjung ke sana, makanya keberadaan pantai ini pun belum terlalu famous. Tapi tentu dong, kalau Sobat benar tergoda untuk datang ke sana bisa banget nih dari kota Mataram kita mulai perjalanannya dengan motor. Kira-kira sekitar 2 jam lah untuk nanti kita bisa sampai ke Bandara Internasional Lombok. Oh iya, tips yang harus dan wajib dipatuhi nih ya, dengar-dengar di sekitar lokasi pantai belum ada SPBU, jadi kita harus benar-benar penuh bahkan ya kalau bisa bawa bahan bakar cadangan untuk kendaraan, jadi jika kehabisan minyak bisa diisi ulang. Heheh.

Baca juga: Biji Merica di Pasir Pantai Tanjung Aan

Baca juga: How to Make Grombyang Rice-A Special Food from Pemalang

Baca juga: Bukit Merese di Kawasan Pantai Tanjung Aan.doc


Meski belum famous banget, nih pantai ternyata punya berbagai aktivitas yang ditawarkan di sana lho. Dengan biaya masuk yang hanya Rp 10.000 saja, kita sudah bisa bermain banyak hal di sana, meski ada satu nih yang nggak boleh yaitu berenang di tengah pantai karena nyatanya di bagian tengah ini cukup dalam, Sobat.


Tapi bisa kok kalau Sobat mau berselancar, dan itu bisa dilakukan di dekat bukit yang berada di sisi-sisi pantai, sebab ini tuh seolah seperti pintu atau gerbang masuk bagi ombak yang datang dari samudera menuju bibir pantai Mawun, jadi pas banget buat spot para peselancar.

Nah, kalau mau bangun atau lomba benamin diri ke dalam pasir, bangun istana pasir juga bisa dong, sambil santai-santai gitu nikmati semilir angin segar dari bukit-bukit hijau di sana. Gazebo yang tersebar di beberapa lokasi juga bagus buat ngademin hati.

Uh, foto-fotoan bareng keluarga dan orang tersayang pasti bisa juga lah, apalagi setelah itu langsung nenangin perut yang penuh cacingnya, hehehe, canda canda. Tapi beneran lho, seafood di sini dengar-dengar enak banget, apalagi aneka makanan khas lautnya. Seru kali yak!

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait