Biji Merica di Pasir Pantai Tanjung Aan

Wisata —Sabtu, 28 Aug 2021 12:45
    Bagikan  
Biji Merica di Pasir Pantai Tanjung Aan
image/pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK

Dududududduduh, Lombok benar-benar sesungguhnya surga dunia yang keping-keping keindahannya selalu membuat mata siapa saja merasa teduh, damai, dan ayem tentrem. Tidak bisa dielakkan lagi memang, ajaibnya tanah Lombok penuh dengan ketakjuban tersendiri. Mungkin, Tuhan sendiri ketika menciptakan tanah ini benar-benar sedang dalam rasa bahagia.


Hal ini tentunya bukan sebuah pengecualian bagi eksotisme yang dapat kita temukan pula di sebuah pantai di sini. Namanya yapz, sesuai dengan judul tulisan Mimin dePost Lombok kali ini: Pantai Tanjung Aan, tepat sekali, Sobat! Jadi yapz, pantai ini tuh benar-benar terkenal dengan indah dan eloknya berbagai sisinya.

Selain karena pantai Tanjung Aan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, serta turut memiliki garis pantai yang panjangnya sektiar 2 km bahkan itu melengkung, tentunya yang turut membuat pantai ini elok lagi adalah karena desas-desusnya sendiri yang benar memang berada di kawasan Mandalika alias juga turut menjadi sebuah kawasan KEK, singaktan dari Kawasan Ekonomi Khusus yang pernahd iresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat 20 Oktober 2017 lalu.


KEK Mandalika ini memang diusulkan oleh Indonesia Tourism Development Corporation alias ITDC, Sobat, dengan meamsang harapan bahwa dibukanya kawasan ini bisa memajukan perekonomian rakyat setempat dan memutar roda ekonomi di sana, termasuk untuk menjadikan kawasan ini potensial bagi sektor pariwisata taraf internasional! Waduwaduwaduwadu, gilak parah keren abis yah!


Nah, ditelisik dari garis historisnya sendiri, pantai Tanjung Aan nyatanya turut menyimpan legenda tersendiri sebagai lokasi bagi asal muasalnya Putri Mandalika dong. Iyah, yang nyale itu juga, putri cantik jelita asal Tunjung Bitu yang lebih memilih menyelamatkan kerajaannya dengan berubah menjadi nyale alias cacing-cacing laut berwarna-warni.


Balik lagi ke ketakjuban Mimin akan keindahan Pantai Tanjung Aan adalah karena pasir pantainya dung Sobat, yang bikin iri nangis dan kagum takjub atau yah nggak tahu lagi harus bilang apa. Iyap, alhasil pasir pantainya ini tampak seperti biji-biji merica gitu lho. Jadi pingin banget Mimin bawa pulang, terus berdoa supaya berubah jadi merica betulan dong jadi nggak susah beli merica lagi ke pasar, wkwwk canda. Rempah-rempah mahal cuy, apalagi saat pandemi ini melanda bumi. Huhuhu huhu. Jadi benar deh, karena pasir pantainya ini yang seperti biji merica, ini juga yang buat Pantai Tanjung Aan sering disebut sebagai pantai tepung atau juga ya pantai merica oleh masyarakat lokal sekitar.

Baca juga: How to Make Grombyang Rice-A Special Food from Pemalang

Baca juga: Bukit Merese di Kawasan Pantai Tanjung Aan.doc

Baca juga: What We Can Do with Banana?


Oh iya, bicara tentang bentuk pantai, nyatanya konstruktur pantai ini cukup landai ditemani dengan ombak yang tenang membuat siapa saja selalu jatuh hati melihat keelokannya. Apalagi kalau Sobat perhatikan warna biru tua dan perpaduan dengan warna hijau tosca air lautnya benar-benar indah dan kelihatan jernih banget pastinya.

Pokoknya tuh hati kita bakal langsung terpaut dan nggak mau pulang, ya ampuuun. Decak kagum dan untaian kata pesona benar-benar membumbung di udara. Apalagi kalau sudah terhanyut bagnet dengan selfie-an manja bareng relatives di area ayunan kayu yang ada di sekitar pantai. Iyah, di sana ada beberapa yunan kayu diletak menancap di tengah-tengah air laut yang dangkal dan ini memang sering jadi spot instagrammbale gitu.


Tapi nih ya Sobat, unfortuantely Sobat dePost Lombok belum bisa nih kalau mau snorkeling di Pantai Tanjung Aan, karena ya memang nih pantai khusus untuk siapa saja yang ingin berenang dan me-relaksasikan diri saja sih. Tapi meski begitu nih, banyak lho perahu nelayan yang bisa Sobat sewa untuk kemudian kalau mau bisa sekalian singgah ke Pantai Batu Payung Tanjung Aan nya, biasanya cukup Rp 300.000 saja kalau sewa private lo-boat. Hihii, pintar-pintarlah menawar pokoknya.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait