Wisata Religi di Masjid Kuno Karang Bayang

Wisata —Rabu, 25 Aug 2021 09:55
    Bagikan  
Wisata Religi di Masjid Kuno Karang Bayang
http://diskominfo.lombokbaratkab.go.id/masjid-kuno-karang-bayang-jadi-destinasi-wisata-relegi-lombok-barat/

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK

Benar sekali Sobat dePost Lombok, Pulau Lombok itu sudah lamaaaaa sekali dikenal dengan julukan ”Pulau Seribu Masjid”, alhasil di sana masjid-masjid itu terkenal, dan dijadikan sering sekali dijadikan identias atas kampung masing-masing masjid itu berada. Setidanya di Pulau Lombok itu ada satu masjid di tiap desa atau kampungnya, bahkan tidak dapat dipungkiri ada juga satu kampung atau satu desa yang memilik dua masjid sekaligus lho, Sobat!


Namun, tahukah Sobat dePost Lombok, kalau ternyata masjid tertua yang paling pertama sekali berdiri di Pulau Lombok ini ternyata adalah Masjid Karang Bayan! Woaahh, demi apa Mimin? Iyah, jadi Masjid Karang Bayan ini sendiri itu berlokasi tepatnya di Desa Karang Bayan, kecamatan Lingsar, kabupaten Lombok Barat, dan ini tuh sudah dinyatakan oleh para historian alias ahlis ejarah sebagai masjid yang telah diabngun sejak abad ke-17 Masehi, Sobat! Woawww, it’s been long time, yak!


Meski begitu nih Sobat dePost Lombok, masih ada juga lho ketidaksepakatan alias dissident voice gitu deh atau ya perbedaan pendapat dalam bahasa Indonesia, bahwa dari ketua adat setempat di sana tuh lebih meyakini bahwa Masjid Karang Bayan ini justru telah dibangun sejak tahun 1020 Masehi, namun ya oleh pemerintah setempat itu belum dapat dipastikan kebenarannya. Dan sebenarnya sih dapat ditelisik dengan mudah bahwa dari bangunannya sendiri itu masih asli dan tersisip juga lho jejak dan nilai khas arsitektur modern, baik dapat Sobat lihat di luar mapun di corak dalam bangunan masjid ini, ya seperti masjid-masjid peninggalan sejarah yang lain.


Masjid ini uniknya juga dibangun di atas sebuah bukit kecil, dan tidak dapat dielakkan lagi bahwa kondisi bangunan masjid Karang Bayan ini memang sangaaaat sederhana, seperti halnya Sobat lihat bahwa dindingnya tuh terbuat dari anyaman bambu serta untuk tiangnya sendiri itu dibuat dari kayu, adapun untuk atapnya itu dibuat juga dari bambu serta serabut ijuk pohon nira atau enak atau kelapa. Untuk atap masjid ini sendiri juga unik, dia bertingkat dua, tampaknya seperti prisma yang indah. Dan untuk bagian dalam masjid sendiri juga masih ada sebuah bedug lama yang digantung, unik ya!


Berdasarkan sebuah garis sejarah yang diyakini pemerintah, bahwa yang mendiami lokasi di sini dan datang pertama kali di tempat ini ya adalah penduduk dari Bayan Lombok Utara. Mereka disebutkan juga telah melakukan ”peletakan Batu Bara” atau dikenal dengan nama bangara, yaitu sebuah tanda yang mereka beri sebagai pengenal telah didirikannya Kampung Karang Bayan ini. Hingga kemudin, ada pula lah berdiri masjid dis ana yang ditujukan sebagai tempat peribadatan para sesepuh maupun para tokoh agamawan yang ketika itu memang memeluk kepercayaan ”wetu telu”.

Baca juga: Cara Membuat Puding Silky Puyo Buah yang Lembut dan Lumer di Mulut

Baca juga: Salesman Hebat (parts 4), Strategi Sukses Menjadi Salesman, Mengejar Uang atau Karir di Posisi Puncak

Baca juga: Resep Makanan, Cara Membuat Nasi Tumpeng


Dalam perayaan Hari Maulid Nabi, masjid Karang Bayan ini unik lho Sobat, ternyata juga dilengkapi dengan sebuah dapur. Nah, dengan adanya dapur itu juga sering digunakan olehw arga setempat untuk menghidangkan dan mempersiapkan hidangan makanan, minuman, dan santapan lainnya.

Intinya, masjid ini punya nilai tersendiri, dan telah menunjukkan secara langsung begitu kentalnya nilai kebersamaan masyarakat setempat, dan harapannya tentu sudah semestinya kita selalu merawat agar ia terpelihara dengan baik.

Meski begitu, sayang nih Sobat dePost Lombok, bahwa pada faktanya, masjid Karang Bayan ini tidak lagi dipakai untuk tempat ibadah, namun meski begitu ia tetap akan dibuka di berbagai hari besar umat Islam, misalnya Hari Maulid Nabi Muhammad SAW.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait