Tenangnya Pura Gunung Pengsong

Wisata —Selasa, 24 Aug 2021 12:00
    Bagikan  
Tenangnya Pura Gunung Pengsong
http://diskominfo.lombokbaratkab.go.id/indahnya-mataram-dari-puncak-pengsong/

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK


Pura Gunung Pengsong tepatnya berada di puncak Gunung Pengsong, yaitu di wilayah Dewa Kuranji, Lombok Barat. Pura Gunung Pengsong ini amat sangat ramai dipadati umat Hindu jika hari besar agama Hindu tiba. Baik itu Hari Raya Galungan, maupun sampai Hari Raya Kuningan. Warga umat Hindu tentunya akan datang dari berbagai wilayah di seluruh pelosok Pulau Lombok untuk menjalan ibadahnya. Tidak lepas juga dengan ritual tirta yatra yang ada di Pura Gunung Pengsong, akan digelar juga. Dan biasanya, pada hari raya Galungan, itu bakalt erdapat ratusan umat Hindu yang melaksanakan persembahyangan patirtan, yang mana lokasinya sendiri sangat damai karena dinaungi dengan pohon beringin berdaun lebat nan rimbun yang tumbuh di bagian selatan dalam pelataran Gunung Pengsong di sana.


Biasanya juga, setelah melakukan persembahyangan patirtan ini umat Hindu nantinya akan bergerak menuju Melanting, hingga step ayng terakhir adalah menuju ke arah tangga, naik mengarah ke Pura Pengsong yang berada di puncak Gunung Pengsong sendiri. Tidak hanya itu saja, bahkan ada juga lho warga umat Hindu yang di malam hari pun melakukan mekemit di Pura Gunung Pengsong, alhasil tenangnya dan tingginya nilai spiritualitas di lokasi pura ini.


Benar sekali, Sobat dePost Lombok, bahwa Pura Gunung Pengsong ini sangat ramai dan tiada hentinya silih berganti dikunjungi warga umat Hindu dari beragam penjuru Lombok utamanya.

Bahkan, ditelisik dari garis sejarahnya, penduduk setempat dan umat Hindu juga meyakini bahwa Pura Gunung Pengsong ini adalah tempat atau lokasi dimana Ida Ketut Subali pernah berkunjung pertama kali di lokasi Padang Rea, tepatnya di tepi pantai Kuranji wilayah Lombok Barat itu.

Baca juga: Persahabatan di Pura Lingsar Lombok

Baca juga: Indahnya Pura Batu Bolong Lombok

Baca juga: Anak Senja Pokoknya Mesti Singgah ke Bukit Malimbu Lombok


Waktu itu dengan membawa 200 pasukan, Ida Ketut Subali bergerak dari Karangasem Bali untuk kemudian memasuki Pulau Lombok hingga tibalah mereka di kawasan Gunung Pengsong. Namun, hal yang tidak mengenakkan terjadi, yaitu ketika mereka menyadari telah tersesat di antara lebat, rimbun, dan cukup mencekamnya pepohonan di area Pura Gunung Pengsong tersebut. Hingga ketika berada di atas puncak Gunung Pengsong yang kerap sekali disebut sebagai ”Mur” itu, Ida pun meyakini telah diberi petunjuk atau ibaratnya adalah wahyu untuk kemudian menjadikan Gunung Pengsong ini sebagai lokasi sakral dan suci, dan olehnya juga diharuskan bahwa di puncak Gunung Pengsong ini mesti dibangun sebuah pura. Waktu berlalu, sebuah pura pun didirikan oleh kakak Ida yaitu yang bernama Ida Wayan Subali.


Acapkali dengan ketinggiannya yang hanya sekitar 200 meter ini Gunung Pengsong mesti disebut layaknya sebagai bukit, namun oleh masyarakat setempat kawasan ini lebih santer disebut sebagai gunung. Namun bagaimanapun, keindahan kawasan ini dengan keberadaan pura di puncaknya menambah kedamaian siapa saja yang mau meresapinya. Dan bahkan keindahan itu dapat kembali ditelusuri di saat kita melihat ke batu ceper berukuran besar yang berada di tengah Pura Gunung Pengsong ini. Penduduk setempat meyakini, bahwa dulunya batu ceper besar itu dipakai oleh Ida Ketut Subali, dan oleh sebab itu batu tersebut acap sekali dianggap sebagai posisi tertinggi.


Kalau Sobat dePost Lombok mau mendaki Gunung Pengsong ini tentunya harus berani dulu mendaki anak tangga yang berjumlah 275, plus kemudian melewati berbagai jalan sempit dan menanjak dengan bebatuan yang tersebar kurang lebih sejauh 25 meter. Hingga kemudian setelah Sobat berhasil melewati semua itu, Sobat akan sampai di puncak gunung yang mana Pura Gunung Pengsong berdiri menancapkan kemegahannya ini.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait