Persahabatan di Pura Lingsar Lombok

Wisata —Selasa, 24 Aug 2021 11:52
    Bagikan  
Persahabatan di Pura Lingsar Lombok
Image/Pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK

Jika Sobat dePost Lombok bermain ke Pura Linggar Lombok, tidak nya sebuah destinasi objek wisata yang meneduhkan jiwa saja yang pura ini tawarkan kepada kita. Melainkan, Pura inggar Lombok turut juga menawarkan nilai sejarahnya plus nilai religi yang sangat khas dan akan mendebarkan hati siapa saja yang mendengar dan mampu memahaminya. Tidak pelak lagi, dengan karena itu juga keberadaan Pura Lingsar ini dijadikan sebuah simbol bagi kerukunan umat yang terukir di tanah Lombok Barat sana.


Di era globalisasi ini, dengan kecanggihan teknologi dan berbagai informasi yang acap kali gemar mempersekat kita, termasuk mempersekat antar kepercayaan baik itu kepercayaan antar umat beragama atau kepercayaan semisal terhadap preferensi politik, membuat kita dengan yang lainnya seringkali berdinding bersekat dan berbatas. Sangat disayangkan sekali hal itu tentunya terjadi di antara kita. Bisakah kita melepas stigma bahwa kita berbeda dengan yang lainnya? Bahwa kita sangat eksklusif dibandingkan teman-teman di sekitar kita? Di Pura Lingsar Lombok hal itu bukan sebuah hal yang patut ditanyakan lagi berulang-ulang, sebab ia jawab sudah. Sudah bisa.


Benar sekali, nilai kekhasan akan harmonisasi umat bsia Sobat dePost Lombok rasakan tentunya jika bersinggah ke Pura Lingsar Lombok ini. Dengan segumpal panorama indah yang dimilikinya, siapapun pasti akan terlena ketika memilih berlibur dan beristirahat dari mencekamnya dunia ketika sampai di Pura Lingsar. Destinasi yang tentunya penuh dengan kedamaian alam dan sejarah ini bisa Sobat temui di Jalan Gora 2 Lingsar Mataram, kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk sampai ke lokasi tujuan pun sangat mudah, Sobat bisa langsung bergerak dari kota Mataram dan itu akan sangat dekat tepatnya sekitar 8 km saja dengan kurang lebih akan memakan waktu hanya 20 menitan. Untuk rute tepatnya adalah Mataram-Cakranegara-Selagalas-Lingsar. Lokasi ini tuh dapat dipastikan mudah sekali buat dijangkau dan kendaraan umum pun pastinya mudah ditemui.


Jika benar Sobat dePost Lombok ingin bermain ke sini, bisa banget di jam operasional purayaitu pada hari Senin sampai Minggu ia selalu buka pada pukul 08.30 hingga 18.00 sore waktu setempat. Waktu setempat lho ya, bukan waktu eksklusif Sobat semua.
Nah, kalau masuk ke area Pura Lingsar yang indah ini tentunya tidak dikenakan biaya dong, alias gratis tis tis tis. Hehehe. Nikmat mana lagi lah yang Sobat dePost Lombok dustakan, coba? Hmm, buruan atuh kita masukkan ke list destinasi target wisata!

Baca juga: Indahnya Pura Batu Bolong Lombok

Baca juga: Anak Senja Pokoknya Mesti Singgah ke Bukit Malimbu Lombok

Baca juga: Rasa Takjub Melihat Air Terjun Timponan Lombok Barat


Oh iya, untuk fasilitas di sana pun sangat lengkap lho Sobat. Misalnya ya seperti biasa, ada area parkir, terus toilet pun juga ada (siap-siap nih bagi yang hobinya ngewer, eh maaf maaf bercanda), plus ada juga lho banyak toko souvenir yang cantik dan beragam sekali menjual pernak-pernik khas adat setempat. Please, sayangilah adikmu di rumah yang bandelnya naudzubillah, sampai pingin ngurut dada. Atau kekasih yang sekarang sedang berjuang untuk kamu, pasti seneng banget dan bersyukur sekali jika bisa dihadiahi bingkisan adat kecil-kecilan. Itu sih kalau dia juga mencintai kekayaan Indonesia, bukan kekayaan or pesona luar negeri saja dong. Hehehe, canda. Maafin Mimin yah.
Selain dengan indahnya Pura Lingsar ini yang dilihat dari bangunan dan lokasinya, ternyata daya tarik di sektiar tidak berhenti di situ saja lho, Sobat. Sebab, ada beberapa hal lain nih yang masih menjadi nilai pikat tersendiri bagi wisatawan yang datang kemari. Misalnya, ada kompleks simbol kerukunan. Nah, ini tuh dia yang sering digembor-gemborkan, alhasil karena arah Pura Lingsar itu sendiri yang berada di sebelah atas menghadap ke barat, sedangkan ada di sana yang namanya juga komplek Kemaliq dan itu menghadap ke arah kiblat. Terus, daya tarik lainnya adalah budaya setempat, dimana masyarakat Sasak dan umat Hindu hidup berdampingan padahal keyakinan mereka berbeda. Rukun itu memang harus diciptakan lho, Sobat. Yokk, Sobat yang belum rukun di sini siapa? Kita coba rukun dengan sekitar yuk!

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait