Kota Tua Ampenan Lombok adalah Kota Pusaka Bangsa

Wisata —Selasa, 24 Aug 2021 10:09
    Bagikan  
Kota Tua Ampenan Lombok adalah Kota Pusaka Bangsa
Image/Pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK

Tidak salah lagi, kota ini berhak sekali dan memang pantas mendapatkan apresiasi sehingga digolongkan oleh pemerintah Indonesia sebagai kota yang termasuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), tentunya di antara 42 kota yang termasuk dalam JKPI ini sendiri. Bagaimanapun, tidak bisa kita elakkan juga bahwa Kota Tua Ampenan yang berlokasi di Lombok ini sangat dan amat kental akan kesan perjuangan ketika di masa lampau ia mengorbankan darahnya di tengah ambisi apra penjajah kolonial Belanda. Kolonial Belanda waktu itu tentunya ingin sekali untuk memanfaatkan letak strategis kota tua ini serta untuk dan demi membangun sebuah pelabuhan kuat di Pulau Lombok.


Berdasarkan cerita sejarahnya pun acap kali disebutkan, bahwa penguasa kolonial Belanda saat itu berusaha memegang kedaualtan penuh atas Kota Tua Ampenan dengan tujuannya untuk mengimbangi puluhan kerajaan yang tersebar di Pulau Bali, dan itu telah terjadi ketika kota tua ini dibangun yaitu sejak tahun 1924 silam. Lebih lanjut, berusaha mengerti arti padanan katanya sendiri bahwa ampenan itu berasal dari kata amben, yakni ada dalam bahasa Sanskerta yang artinya adalah tempat persinggahan. Tentunya arti nama kota tua ini nyatanya sangat selaras alias equal karena ia sendiripun sering dijadikan tempat pelabuhan atau kota persinggahan atas banyaknya suku-suku yang datang membanjirinya tempo kala.

Baca juga: Indahnya Mentari di Pantai Batu Layar Lombok

Baca juga: Menyapa Pantai Cemara di Lombok Yang Belum Terjamah

Baca juga: Ademnya Pantai Mangsit Lombok

Hal itu juga yang menyebabkan kalau sekarang atau hari ini akan dengan mudahnya kita temui beragam latar belakang budaya dan maupun suku ayng tersebar di Kota Tua Ampenan Lombok. Bahkan dengan adanya suku yang sangat bervariasi di kota tua Ampenan memdorong mereka masing-masing untuk membuat nama perkampungan yang beragam di sana, bervariasi namanya sesuai temapt atau daerah asal mereka. Ya, Sobat dePost Lombok kalau ke sana pasti bisa mencermati, ada yang namanya Kapung Banjar, Kampung Bali, Kampung Melayu, Kampung Bugis, Kampung Arab, bahkan sampai Kampung Tionghoa, dan termasuk pula Kampung Jawa. Sungguh, bhinneka tunggal ika memang indah ya, Sobat dePost Lombok!

Baca juga: Mencintai Seni di Desa Banyumulek Lombok

Baca juga: Hemlock Water Dropwort, si Putih Cantik yang Mematikan

Baca juga: Resep Makanan,Cara Membuat Asinan Kedondong Asam, Manis, Segar


Nah, tidak terkecuali juga di sana turut dan masih pula berdiri sejumlah bangunan bekas peninggalan sejarah kolonial Belanda tempo dulu. Di Kota Tua Ampenan ini, mayoritas bangunan bekas kolonial tersebut dialihfungsikan sebagai pertokoan dan ada pula yang dijadikan perkantoran, meski iya dulunya memang dijadikan kantor atau pusat pemerintahan, termasuk gudang. Oh iya, bagaimanapun juga Pulau Lombok dan Pulau Bali juga pernah dihubungkan secara langsung tempo dulu dengan adanya kota tua Ampenan ini, terutama melalui pelabuhan yang pernah dibangun di sana. Meski demikian, seiring waktu berlari, dan adanya pertimbangan pemerintah abhwa gelombang laut dis ana cukup besar, maka diputuskanlah bahwa sejak tahun 1973 pelabuhan penyebrangan tersebut dipindah ke Lembar. Sangat disayangkan memang, sebab hal itu yang kemudian membuat kegiatan perekonomian masyarakat kota tua Ampenan tidak seramaid an sesibuk dulu. Meski begitu, tentu, masih bisa kita saksikan beberapa rutinitas dan kegiatan masyarakat setempat yang kental akan pesona Indonesia, misalnya ya dengan berdagang atau jual beli ikan segar hasil tangkapan di laut sana, termasuk yang menjual ikan olahan.


Untuk Sobat dePost Lombok yang ingin bermain ke Kota Tua Ampenan disarankan untuk ke sini itu sore hari saja. Mengapa, Min? Dengar-dengar katanya di waktu sorelah waktu yang tepat buat kita bsia melegakan mata dari sesaknya tantangan kehidupan, yakni lewat tenggelamnya matahari di ufuk barat. Pesona indahnya alam Lombok ini tentu bisa kita dapati di sekitar pelabuhan, dengan ditemani semilir angin laut dan deru ombak yang usil membentur perahu-perahu nelayan.

Baca juga: Ini dia Penyebabnya Wajah Beruntusan

Baca juga: Ini dia Manfaat Jintan Hitam dan Pare Untuk Penderita Diabetes

Oh iya, bisa juga lho dan boleh banget pastinya kalau Sobat nunggun sunset-nya sambil menikmati ragam kuliner di tepi pantai sana, misalnya ada ayam taliwang, sate Tanjung khas Lombok, dan masih banyak jajanan segar sehat lainnya. Yah, hitung-hitung turut membantu perekonomian masyarakat setempat, walau nggak banyak.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait