Berwisata Sejarah Sekaligus Religi di Taman Mayura Lombok

Wisata —Senin, 23 Aug 2021 11:26
    Bagikan  
Berwisata Sejarah Sekaligus Religi di Taman Mayura Lombok
Image/Pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK 


Lombok memang tidak ada habis-habisnya untuk menceritakan begitu banyak keindahan dan pesona destinasi wisatanya ya, Sobat dePost Lombok! Mana suaranya nih Sobat? Sudah makan belum? Makan bareng siapa tadi? Sendiri, hah? Kasihan...
Well, kali ini kita bakal bincang asyik nih tentang sebuah taman yang nggak kalah populer dan eksotisnya di Lombok, yaitu tepat sekali! Taman Mayura! Jadi Taman Mayura itu berlokasi di kawasan Lombok Barat, Sobat. Tepatnya di kawasan kecamatan Cakranegara. Sudah pernah ke sana, belom? Belum? Duh kasihan kuadrat. Iya, jadi objek wisata ini tuh selain menawarkan pesona pemandangan alam dan keramah-tamahan warga Lombok di sana, juga turut menawarakan eksitensi dan keragaman wisata religius lho.
Tapi sebelum kita bincang mengenai wisata religiusnya, kita bincang tentang sejarah Taman Mayuranya dulu yok.
Iya, jadi taman ini sendiri memang teah dibangun pada tahun 1744 Masehi, tepatnya di bawah masa pemerintahan Raja A.A. Made Karangasem, Sobat. Dulu awalnya disebut sebagai Taman Kelepug, alhasil karena ada suara air dari mata air yang jatuh ke kolam gitu, kelepug, makanya disebut sebagai Taman Kelepug. Tapi seiring waktu, diganti namanya sebagai Taman Mayura oleh Raja A.A. Ngurah Karangasem tersebut. Hingga kemudian taman ini harus direnovasi di tahun 1866 Masehi.

Baca juga: Melepas Penat di Taman Narmada Lombok

Baca juga: Melepas Penat di Taman Narmada Lombok

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Selasa 24 Agustus 2021, Aries Berusaha Menenangkan Pasangan


Untuk asal usul nama taman ini sendiri tepatnya ia berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu mayura yang artinya adalah burung merak. Duh, apa nggak seirama coba pesonanya dengan burung merak kan, Sobat. Nah, tapi nyatanya ada juga kisah dibalik arti burung merak itu sendiri. Tahu nggak sejarahnya Sobat? Hehehe, Mimin juga baru tahu nih. Yuk atuh kita pelajari.
Iya, jadi dahulu itu di area kerajaan banyak sekali ular-ular yang datang meresahkan kehidupan masyarakat setempat, terus sejumlah penasehat kerajaan jadi menyarankan untuk kerajaan memelihara burung merak. Kenapa burung merak, Min? Iya, katanya biar berhasil mengusir ular-ular nakal tersebut. Jadi sejak kejadian itulah nama taman tersebut dikenal dengan Taman Mayura, yang artinya adalah burung merak.
Pastinya, perpaduan antara nuansa religius dan keasrian pemandangan alam di Taman Mayura ini benar-benar yahut sekali, hinga hal tersebut ayng membuat para pelancong yang datang terkesima dan senang berada di objek wisata Lombok ini. Hal lain ialah juga dikarenakan dari pembagian taman ini yang menjadi dua, yakni ada area pura sebagai temapt beribadah dan juga di sisi lain ada area taman yang indah.

Baca juga: Apa Yang Bisa Dilihat di Kawasan Pantai Senggigi Lombok?

Baca juga: Pantai Kerandangan Yang Memesona Netra

Baca juga: A Dessert Recipe How to Make the Chocolate Lava Cake So You Will Get Addicted


Oh iya, ada lagi tambahannya dong, yaitu tentang pohon yang tumbuh dan ditata sangat rapi di area Taman Mayura ini bisa sangat jelas Sobat dePost Lombok nikmati keindahannya, jadi menambah nuansa alami dan adem ayem gitu lah. Selain itu, banyaknya pohon manggis yang mengelilingi area taman ini juga turut menambah kesejukan, plus rerumputan hijau yang segar tumbuh terawat di bawahnya. Apalagi coba sangkalan bahwa taman ini tidak indah? Duh, Mayura benar seindah arti namanya.
Nah, kalau untuk di bagian dalam taman ini sendiri tentunya ada juga sejumlah bangunan lain, yang mana ada bangunan yang bernama Rat Kerte atau juga disebut dengan Gili. Awalnya Gili ini memang ditujukan sebagai tempat musyawarah para petinggi kerajaan, kadang juga tempat untuk menerima tamu kerajaan, atau berkumpul, tapi sekarang juga bisa dikunjung dan tetap terawat. Jadi kapan dong kita main bareng di Taman Mayura Lombok?

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait