Kisah Wali Nyatoq dan makam keramat nya

Wisata —Rabu, 21 Jul 2021 15:54
    Bagikan  
Kisah Wali Nyatoq dan makam keramat nya
Kisah Wali Nyatoq dan makam keramat nya (pinterest)

LOMBOK,DEPOSTLOMBOK

Siapa masyarakat Lombok yang tidak kenal dengan Wali Nyatoq?, kalau belum tahu sini aku kasih tau jadi, Wali Nyatoq adalah waliyullah yang sangat melegenda di Pulau Lombok, lebih-lebih dikalangan masyarakat Lombok Tengah atau tepatnya di desa Rembitan, bagian Selatan Pulau Lombok. Sebutan Wali Nyatoq dikaitkan dengan tanda-tanda kewaliannya. Nyatoq artinya “nyata” karena masyarakat sangat mempercayai bahwa Wali Nyatoq benar-benar sebagai seorang wali. Konon wali nyatok memiliki 33 nama. Di setiap desa atau kampung yang pernah disinggahi, ia disebut dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya Sayyid Abdullah, gelar ini diperoleh setelah beliau meninggal dunia. Tidak ada yang tahu persis dari mana ia berasal, sebagian masyarakat mempercayainya bahwa ia berasal dari Negeri Timur Tengah karena ciri-ciri wajah dan postur tubuh yang dimiliki persis seperti dari Bangsa Arab.

Tanda - tanda kewaliannya itu muncul setelah 5tahun setelah di khitan ( sunat ),pada suatu hari
Raden Datang ( wali nyatoq ) bermain layang - layang dengan teman - temannya di sebuah padang yaitu Lendang Batu Beleq yaitu di sebelah selatan desa Rembitan. Ketika layang-layang naik dengan kencang Raden Datang menyuruh salah seorang temannya untuk memegang tali layang-layang, seketika itu juga temannya itu melesat ke atas bersama layang-layang. Ketika di atas seorang teman raden Datang yang terseret ke atas melihat sekumpulan orang mengelilingi kotak hitam dan mengelilinginya­. Akhirnya dijawab oleh Raden Datang bahwa yang dilihat itu adalah Ka’bah dan orang yang keliling itu adalah sedang bertawaf mengelilingi Ka’bah. Kejadian inipun disaksikan secara nyata oleh teman lainnya juga. Kejadian ganjil berikutnya adalah Raden datang menyruh temannya untuk menunggu kerbaunya sementara ia mau pergi shalat Jum’at di Makkah dan berjanji akan membawakan teman-temannya Bagek Mekah (kurma). Tiga jam kemudian Raden Datang kembali dengan membawa sekarung kurma yang dijanjikan kepada teman-temannya.­ Teman - tmannya pun kembali terheran-heran dan menanyakan tentang Makkah, shalat Jum’at, akan tetapi Raden Datang kemudian menjelaskan secara rinci. Berita ini kemudian tersiar sampai ke pelosok desa dan kampung. Berita tentang karomah dan kewalian Raden Datang membuat masyarakat Rembitan terkagum-kagum dan mereka mulai mempercayai bahwa Raden Datang benar-benar seorang Waliyullah.

Baca juga: Sinopsis Antrum 2019 Menceritakan Tentang Perjalanan Kakak Beradik

Baca juga: Kesehatan, Melawan Infeksi Pakai Kunyit

Setelah meninggal nya Wali Nyotoq Makam nya diyakini sebagai makam keramat, yang bisa membantu banyak orang.

Makam Wali Nyato' merupakan sebuah makam dari seorang waliyullah dan menjadi pemuka Agama yang berasal dari tanah arab menurut bapak Lalu Ginsir selaku Pemangku makam.

Makam ini terletak di desa Rembitan, Lombok Tengah, NTB. Nyato' memiliki makna yaitu Nyata, dimaknai masyarakat sekitar bahwa telah benar-benar ada seorang waliyullah yang dimakamkan di sini.

pada masa-masa akhir Wali Nyatoq, Beliau berpesan bahwa apabila nanti Beliau meninggal dunia maka Beliau harus dimakamkan di atas sebuah bukit yang terletak di sebelah timur Desa Rambitan. Selain itu, Beliau juga berpesan bahwa apabila nanti ada jamaah yang ingin mengujungi makamnya Beliau maka mereka disuruh untuk datang pada hari rabu, karena selain hari itu Beliau berkata bahwa Beliau tidak ada di sana. Oleh karena itulah hingga saat ini makam ini hanya boleh dikunjungi pada hari rabu saja.

Itulah yang membuat makam ini menjadi salah satu makam yang terbilang unik dan berbeda dari makam-makam lainnya. Oleh karena itu, setiap hari rabu makam ini selalu ramai dikunjungi oleh jamaah dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Tidak hanya hari rabu, makam ini ini sudah mulai dikunjungi sejak malam harinya yaitu malam rabu atau selasa malam sehingga tidak sedikit pula masyarakat yang menginap di area makam ini.

Baca juga: Waspada!! Bagi Wanita Pengguna Skincare

Baca juga: Jenis-jenis Bakso Kekinian Yang Memiliki Bentuk Yang Unik, Ada Yang Mirip Kuburan

Umumnya para peziarah akan melakukan roah atau tahlilan setelah berziatah. Makam ini pun memiliki lokasi yang sangat luas sehingga tidak akan membuat para peziarah berdesakan. Terdapat pula sebuah pagar kayu yang merupakan pembatas dan memang tidak dapat diganti dengan tembok. Para peziarah juga akan menyiramkan air ke makam tersebut dan kemudian membersihkan wajah mereka dengan air tersebut.

Kalian bertanya tanya kan mengapa ziarah nya dilakukan hari rabu, Konon katanya, pada hari inilah Wali Nyatoq mencurahkan berkah sepenuhnya kepada para pengunjung yang datang ke tempat ini. Tidak itu saja, pengunjung juga percaya bahwa beragam masalah yang mendera mereka akan tuntas dan mendapatkan jalan keluar saat berziarah ke makam Wali Nyatoq. Untuk orang yang melakukan kesalahan tetapi tak mau mengatakan maka orang ini akan dibawa menuju makam tersebut demi bersumpah dan selanjutnya disuruh meminum air tanah yang berasal dari tanah makam tersebut. Barang siapa yang bersalah, maka setelah meminum air tersebut akan mengalami hal-hal yang buruk. Oya, karena keberadaan makam tersebut sangat bermakna bagi warga setempat maka mereka tidak mentoleransi usaha-usaha perusakan sekecil apapun.

Baca juga: 7 Menu Ini Mesti Disajikan di Hari Idul Adha

Baca juga: 5 Orang Pemilk Garis Tangan ini Diprediksikan Akan Kaya Raya di Masa Depan

Apa sih fungsi air makan wali nyotoq? Air makam Wali Nyatok pun dikeramatkan, sehingga acapkali dipakai sebagai sarana untuk mengungkap suatu kasus meresahkan yang terjadi di desa itu. Misalnya saja jika ada warga yang kecurian, kemudian ada seseorang yang dicurigai, orang itu langsung digelandang ke makam Wali Nyatoq untuk disumpah. Di sana, di hadapan warga, orang itu akan diminta meminum air tanah tersebut. Mereka yang merasa mencuri, tidak akan bersedia meminumnya karena akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya.
Bisa dibilang, makam Wali Nyatoq sangat diistimewakan masyarakat setempat. Seperti Yang Biasa Aku Liat makam tersebut identik dengan keberadaan masjid tua Rembitan -- yang usianya diduga mirip dengan masjid tua Bayan dan masjid tua Pujut. Fondasi bangunan masjid dari tanah. Namun gambaran yang khas dari masjid itu adalah tali-temalinya menggunakan bahan ijuk dan tali saot -- sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Sedangkan tali pengikat atap alang-alang disebut male.
Abad Ke-16
Masjid tua Rembitan dengan bentuk atap tumpang dan tanpa serambi itu diperkirakan dibangun pada abad ke-16. Babad Lombok menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke Lombok dibawa Sunan Prapen, putra Sunan Giri dari Gresik. Dibangunnya Masjid Rembitan itu sering dihubungkan dengan tokoh penyebar agama Islam di daerah Rembitan Wali Nyatoq.

Baca juga: Makanan Khas Lombok, Ayam Taliwang yang Menggugah Selera

Baca juga: 5 Destinasi di Lombok yang Membuat Anda Tidak Mau Pulang


Wali Nyatoq merupakan penyebar Islam yang masuk ke kawasan selatan Lombok Tengah di mana masyarakat semula merupakan pemeluk animisme. Dalam menyebarkan Islam, Wali Nyatok pun mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari lewat tingkah laku yang baik.
Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, pada saat Wali Nyatoq meninggal dunia, jenazahnya ditandu. Konon begitu akan dikuburkan, jasadnya menghilang. Yang tinggal hanya kain kafan dan keranda yang kemudian dimakamkan. Begitu kuatnya keterikatan masyarakat dengan tokohnya itu membuat hubungan masyarakat dengan makam tersebut tidak bisa dipisahkan. Karena itu, tidak ada seorang pun yang berani menggugat keberadaan makam itu.
Seperti waktu Itu,Sepulang Aku Dari Sekolah, H. Subhakti, tewas mengenaskan di tangan massa. Pasalnya, Subhakti diduga telah merusak makam Wali Nyatoq karena berupaya melakukan pembongkaran. Konon, Subhakti hanya ingin mengungkap tabir di balik keajaiban yang sering terjadi pada makam tersebut. "Memang sudah menjadi kepercayaan masyarakat, barangsiapa yang berani mengusik makam keramat ini sudah jelas nyawa taruhannya. Apa pun alasannya sulit diterima secara rasional,"( Seperti Itulah Kata " Masyarakat Rembitan Pujut)

Baca juga: Asal Usul Nama Suku Sasak, Penduduk Asli Lombok

Baca juga: Sate di Lombok Paling Enak? Ya Sate Bulayak! Begini Cara Membuatnya!

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait