Klub klub sepakbola yang terkenal di Inggris

Sepak Bola —Sabtu, 31 Jul 2021 09:44
    Bagikan  
Klub klub sepakbola yang terkenal di Inggris
Liverpool

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK 

Hayo sobat sepak bola siapa sih yang suka main bola mimin juga dulu suka baik bola maupun futsal, mimin mau kasih tau club sepak bola yang menurut mimin pengen bahas juga sih kira kira apa aja yaa


1. Chelsea
Chelsea adalah salah satu klub sepakbola asal kota London, Inggris. Tim yang dijuluki The Blues menjadi salah satu klub profesional di Liga Inggris yang populer. Chelsea awalnya didirikan pada tahun 1905. Kesuksesan besar mereka baru benar-benar diraih sejak tahun 2003 saat klub ini dibeli oleh pengusaha asal Rusia, Roman Abramovich. Meski begitu bukan berarti sebelumnya Chelsea tidak memiliki sejarah. Klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge ini juga memiliki sejarah selaku salah satu klub yang malang melintang dikompetisi Liga Inggris. Berikut merupakan info sejarah Chelsea FC dari tahun ke tahun mulai dari awal berdiri sampai sekarang.


Chelsea dibentuk di tahun 1905 oleh Henry Augustus ‘Gus’ Mears. Awalnya di tahun 1904, Gus Mears yang merupakan penggemar sepakbola membeli lahan Stadion Stamford Bridge Athletic Ground di Fulham, London Barat. Ia awalnya membujuk Fulham FC, klub sepakbola yang sudah ada di daerah tersebut untuk menggunakan lahan yang ia beli sebagai stadion mereka. Oleh karena itu, Gus Mears kemudian memutuskan untuk membentuk klub sepakbola sendiri yang akan bermain di Stamford Bridge.


Akhirnya pada tanggal 10 Maret 1905, Chelsea Football Club didirikan. Awalnya mereka ingin menggunakan nama Fulham sesuai dengan nama daerah, namun sudah ada klub dengan nama serupa. Alternatif nama lain adalah Kensington FC, London FC hingga Stamford Bridge FC, namun nama Chelsea FC kemudian yang dipilih. Klub ini kemudian langsung bergabung ke kompetisi Football League Liga Inggris. Di musim kedua, Chelsea langsung promosi ke kasta utama First Division, meski di beberapa tahun awal sering degradasi dan kemudian promosi lagi dalam beberapa musim.


Klub ini kemudian menjadi sangat populer dan memiliki reputasi terkenal karena kerap merekrut pemain dengan nama besar dan banyak penonton yang datang ke stadion, namun trofi tetap tak kunjung diraih. Di era 50an di bawah kendali pelatih Ted Drake, Chelsea menjadi kian modern di antaranya dengan merubah logo klub dan mengembangkan fasilitas serta pelatihan pemain muda.


Di tahun 60an, Chelsea konsisten bersaing di papan atas dan sukses meraih trofi Piala FA 1970 dan Piala Liga 1965. The Blues bahkan sukses meraih gelar juara di kompetisi Eropa pertamanya, saat menjadi juara di ajang Piala Winners 1970-71 dengan mengalahkan Real Madrid di final. Prestasi Chelsea kembali merosot di akhir 70an dan 80an. Krisis keuangan akibat rencana proyek renovasi stadion membuat Chelsea sempat terpuruk hingga akhirnya terdegradasi. Masalah kerusuhan suporter dan hengkangnya pemain bintang membuat The Blues kian terpuruk.


Pelatih John Neal kemudian menjadi penyelamat dengan membawa Chelsea promosi ke Divisi Utama lagi. Chelsea pun bertahan saat format Premier League pertama diperkenalkan di tahun 1992. Penunjukkan pelatih Ruud Gullit (1996-1998) dan Gianluca Vialli (1998-2000) sebagai pelatih mampu melambungkan nama Chelsea. Chelsea sukses menyabet 2 Piala FA, 1 Piala Liga, 1 Piala Winners dan 1 Piala Super Eropa di periode akhir 90an.


Chelsea, yang kini jadi salah satu klub top dunia. Beberapa pemain bintang dibeli dengan harga mahal di era Abramovich, seperti Didier Drogba, Michael Essien, Andriy Shevchenko, Ashley Cole, Cesc Fabregas, Fernando Torres, Eden Hazard hingga N’Golo Kante. Pemain legenda Chelsea lain dalam sejarah Chelsea di era 2000an adalah John Terry, Frank Lampard hingga Pietr Cech. Kini, The Blues pun menjadi salah satu klub terbaik dan terpopuler, baik di Inggris maupun Eropa.

Baca juga: Tradisi Pemakaman yang Unik di Setiap Daerah


2. Mencester City
Nama Manchester City sendiri baru dipakai pada musim 1893/94, sejarah City dapat ditelusuri hingga 1880 saat Anna Connel dan dua petugas tata tertib gereja St. Mark mendirikan klub St. Marks (West Gorton). Setelah pindah ke Hyde Road di Ardwick pada 1887, nama pun berganti ke Ardwick AFC untuk melambangkan markas baru mereka. Kesulitan keuangan membuat adanya restrukturisasi klub Divisi Dua pada waktu itu menjadi Manchester City hingga kini.


Periode tersukses klub terjadi pada akhir 1960-an dan awal 1970-an saat mereka dilatih oleh Joe Mercer dan asistennya Malcolm Allison dan diperkuat oleh pemain hebat seperti Colin Bell dan Francis Lee. 1976 menjadi tahun terakhir mereka merebut gelar bergengsi, bahkan sempat terdegradasi dua kali dalam tiga tahun pada era 1990-an yang membuat mereka terjerembab ke kasta ketiga sepakbola Inggris.


Gelar prestisius pertama mereka diraih pada 23 April 1904, saat menundukkan Bolton Wanderers 1-0 di final Piala FA, tetapi City gagal merebut gelar ganda di Liga, setelah hanya puas menjadi runner-up. Tuduhan kecurangan dalam keuangan membuat 17 pemain mereka hengkang pada 1906, termasuk kapten Billy Meredith menyeberang ke Manchester United. Tragedi lain terjadi pada 1920 lewat kebakaran di Hyde Road, dan memaksa mereka pindah ke Maine Road, tak jauh dari Old Trafford.


Sejarah seperti terulang bagi the Sky Blues pada era 1930-an dan 1950-an, saat mereka masuk dua final Piala FA beruntun, namun hanya sukses pada kesempatan kedua dalam setiap era. Gelar kedua Piala FA diraih pada 1934, dan final 1956, saat mereka juga membawa pulang piala kompetisi tertua itu, menjadi final paling terkenal sepanjang masa karena kiper Bert Trautmann terus bermain meski lehernya patah dan tak ada satu pun yang tahu.


Dua gelar Divisi Satu juga menjadi koleksi the Citizens, yang dianggap sebagai salah satu tim paling tak konsisten di Inggris. Gelar pertama direbut pada 1937, tetapi naas, mereka terdegradasi musim selanjutnya meski mencetak paling banyak gol musim itu. Sementara itu, gelar kedua direbut dalam zaman keemasan pada musim 1976/68.


Musim panas 1965 menjadi awal kebangkitan City, saat mengangkat duet Joe Mercer dan Malcolm Allison. Mereka pun langsung promosi ke Divisi Satu sebagai juara Divisi Dua pada musim pertama sekaligus membeli Mike Summerbee dan Colin Bell. Dua musim berikutnya, mereka meraih gelar Divisi Satu, diikuti dengan Piala FA pada 1969, Piala Winners dan Piala Liga 1970, sekaligus tim Inggris kedua yang meraih gelar Eropa dan domestik dalam satu musim.


Pertandingan terakhir musim 1973/74 mungkin akan selalu dikenang oleh fans City, saat mantan pemain Manchester United Denis Law mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 di Old Trafford sekaligus membuat United terdegradasi. Namun sayang, Piala Liga 1976 menjadi akhir dari era paling sukses di klub ini, sekaligus mengawali era paceklik gelar bergengsi hingga saat ini.


Malcolm Allison sempat memberi harapan saat menjadi manajer untuk kedua kalinya pada 1979, namun hanya mampu membuang uang dengan membeli pemain gagal seperti Steve Daley. Manajer timnas Thailand Peter Reid sempat memberi harapn dengan membawa mereka ke peringkat kelima Divisi Satu dua kali secara beruntun pada 1980-an meski sempat dua kali terdegradasi pada 1983 dan 1987.

Baca juga: WAW! Ini Dia Beberapa Perusahaan yang membanggakan Indonesia


City menjadi klub yang terlibat dalam musim pertama Liga Primer Inggris pada 1992, dan selanjutnya terpuruk, dan menjadi klub dengan gelar Eropa pertama yang tersungkur ke kasta ketiga sepakbola Inggris. Sungguh ironis. Masuknya Kevin Keegan pada awal abad ke-21 memberikan harapan semu, meski mantan manajer Newcastle itu sempat memecahkan rekor poin dan gol yang dicetak dalam satu musim saat menjadi juara Divisi Satu (kasta kedua) pada musim 2001/02.


Musim 2002/03 menjadi musim terakhir City di Maine Road, sebelum mereka mengajukan aplikasi untuk pindah ke stadion City of Manchester, yang sebelumnya didirikan untuk Pekan Olahraga Persemakmuran 2002, dan renovasi £35 juta dibutuhkan untuk membuat stadion itu layak menggelar pertandingan kelas dunia. Barcelona mendapat kehormatan sebagai tim tamu dalam pertandingan ujicoba untuk meresmikan stadion, dan Nicolas Anelka menjadi pencetak gol pertama dalam kemenangan 2-1.


Pembelian oleh Sheikh Mansour asal Abu Dhabi, yang diikuti dengan pengangkatan Khaldoon Al-Mubarak sebagai presiden, memberikan secercah harapan melalui dukungan dana mereka yang seakan tak ada habisnya. Pembelian sensasional Robinho dari Real Madrid pada menit-menit akhir bursa transfer musim panas 2008 menjadi tanda dimulainya era baru di Eastlands. Belum lagi dengan janji untuk merekrut megabintang dunia lainnya, seperti Kaka, yang dikabarkan ditawar sekitar £100 juta, jauh melampaui rekor transfer di bawahnya.


Rekor kemenangan terbesar dicetak saat mengalahkan Liverpool Stanley pada 1890 dengan skor 12-0, sementara kekelahan terbesar 1-9 diterima dari Everton pada 1906. Alan Oakes menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak, yaitu dalam 668 pertandingan ditambah empat dari bangku cadangan. Sementara Maine Road sempat dijejali 84.569 penonton saat menghadapi Stoke City pada Piala FA 1934, sekaligus sebagai rekor jumlah penonton terbanyak di stadion klub Inggris.


3. Liverpool
Liverpool FC, merupakan salah satu klub sepakbola profesional asal kota Liverpool di kawasan Merseyside, Inggris. Liverpool menjadi salah satu klub terbaik baik di Inggris maupun di Eropa. Klub ini juga memiliki jutaan fans di seluruh dunia, tidak hanya di Inggris saja, dimana para penggemar Liverpool disebut sebagai The Kop. Liverpool telah mengoleki 18 trofi liga Inggris dan menjadi klub Inggris dengan gelar juara Liga Champions terbanyak, dengan total 5 gelar juara UCL. Berikut ini merupakan info sejarah Liverpool lengkap dari mulai berdiri di tahun 1892 sampai sekarang di era sepakbola modern.


Sejarah Liverpool
Awal Liverpool Didirikan Tahun 1892
Liverpool pertama kali dibentuk pada tahun 1892. Awalnya klub ini dibentuk karena adanya perpecahan di jajaran petinggi Everton, klub dari kota Liverpool yang lebih dulu ada. Konflik antara presiden klub Everton saat itu, John Houlding dan petinggi klub lain pun terjadi. Everton yang menempati stadion Anfield kemudian harus pindah ke Goodison Park dan pada saat yang sama, Houlding membentuk klub baru bernama Liverpool FC untuk bermain di Stadion Anfield.

Baca juga: Makna Motif Batik Indonesia yang Memiliki Banyak Sejarah


Liverpool tahun 1892
Pemain Liverpool di tahun 1892
Nama awal klub yang digunakan adalah Everton FC and Athletic Grounds Ltd atau disingkat Everton Athletic, namun hanya bertahan beberapa bulan saja sebelum berganti nama menjadi Liverpool FC pada bulan Maret 1892. Sejak musim 1893-1894, mereka resmi bergabung di kompetisi Liga Inggris di Divisi 2. Liverpool langsung promosi ke Divisi Utama dan berhasil menjadi juara Liga Inggris di tahun 1901 dan 1906, dua trofi liga pertama dalam sejarah Liverpool.


Klub ini sempat meraih kesuksesan di periode 1920-an dengan meraih 2 gelar juara liga lagi. Namun prestasi mereka sempat menurun, terutama di era Perang Dunia II. Setelah sempat juara lagi di tahun 1947, Liverpool justru terdegradasi di tahun 1954 dan bertahan di Divisi 2 selama lima musim.


Era Kesuksesan Bill Shankly dan Bob Paisley
Setelah itu, Bill Shankly ditunjuk sebagai pelatih Liverpool. Di era kepelatihan Shankly, Liverpool kemudian sukses meraih masa keemasan. Setelah mengembalikan Liverpool ke Divisi 1, Shankly membawa klub ini menjadi juara liga lagi di tahun 1964 dan memenangkan Piala FA pertama di tahun 1965. Trofi Eropa pertama dipersembahkan dengan menjadi juara UEFA Cup di tahun 1973.


Setelah Shankly mundur di tahun, posisi pelatih digantikan oleh asistennya, Bob Paisley. Paisley kemudian membawa Liverpool meraih kesuksesan gemilang di level Eropa. Tahun 1977 dan 1978, Liverpool sukses meraih kejayaan dengan merengkuh trofi Liga Champions (saat itu masih bernama European Cup). Dalam 9 tahun masa kepelatihan Bob Paisley bersama Liverpool, total 21 trofi telah ia persembahkan. Hal ini termasuk 3 gelar juara Liga Champions dan 6 gelar juara Liga Inggris. Rentetan trofi itu pun menjadikannya sebagai pelatih tersukses dalam sejarah Liverpool.
Liverpool tetap menjadi salah satu klub terpopuler di Inggris dan Eropa. Meski begitu sejak era Premier League mulai tahun 1992, Liverpool masih belum pernah meraih gelar juara liga. Sejumlah nama pemain Liverpool yang berstatus pemain bintang di era modern seperti Steven Gerrard, Michael Owen, Jamie Carragher, Xabi Alonso, Luis Suarez atau Mohamed Salah belum mampu membawa trofi Premier League. Meski pun begitu, klub ini masih tercatat sebagai klub Inggris tersukses di Eropa dengan 5 trofi Liga Champions.

Baca juga: Minuman Minuman Tradisional


4. Manchester United
Manchester United Football Club didirikan pada tahun 1878, namun dengan nama yang berbeda yaitu Newton Heath LYR (Lancashire and Yorkshire Railway). Pada awalnya tidak ada orang yang tahu sebesar apa klub itu akan berkembang. Memang ketika ajang Football League didirikan pada tahun 1888, klub Newton Heath tidak langsung bergabung di kompetisi tersebut. Mereka tidak yakin bahwa kualitas mereka cukup baik untuk bermain dan melawan klub seperti Blackburn Rovers dan Preston North End. Hingga akhirnya pada tahun 1902, mereka akhirnya bergabung di Division One. Sayangnya setelah hanya 2 musim bermain, mereka terdegradasi ke Division Two.


Tidak hanya performa tim yang menjadi permasalahan mereka, masalah finansial juga mulai menggerogoti klub tersebut. Hingga akhirnya di awal abad ke-21 klub tersebut diprediksi akan segera bubar. Namun beruntung hal tersebut tidak terjadi karena pengusaha lokal pemilik usaha pembuatan bir, John Henry Davies bersedia untuk menyelamatkan klub tersebut. Menurut catatan sejarah, Davies mengetahui tentang keadaan buruk klub tersebut ketika ia menemukan anjing peliharaan kapten tim Harry Stafford.


Ia kemudian memutuskan untuk menginvestasikan dana di Newton Heath, dengan keuntungan berupa bunga investasi selama menjadi investor. Hal ini kemudian yang mendasari penggantian nama klub. Beberapa pilihan nama pada awalnya termasuk Manchester Central dan Manchester Celtic, namun akhirnya nama yang dipilih adalah Manchester United, dan diresmikan pada bulan April/Mei tahun 1902.


Sosok lain yang banyak memberikan pengaruh dalam perkembangan United adalah Ernest Mangnall, yang sebenarnya ditunjuk sebagai sekretaris pada bulan September 1903. Akan tetapi ia lebih dikenal sebagai manajer pertama yang pernah dimiliki klub tersebut. Pemain yang didatangkannya seperti penjaga gawang Harry Moger dan penyerang Charlie Sagar, menjadi pelengkap skuat yang tepat hingga tim tersebut berhasil menduduki peringkat ketiga di akhir musim 1903/04 dan musim 1904/05 di ajang Division Two.


Kemudian kesuksesan mereka berlanjut di musim 1905/06, dimana musim tersebut adalah salah satu musim yang menunjukkan kehebatan Manchester United di masa-masa awal berdirinya klub tersebut. Pemain bertahan seperti Dick Duckworth, Alex Bell dan kapten tim Charlie Roberts adalah pemain-pemain kunci untuk keberhasilan tim tersebut dalam menembus babak perempat final di ajang Piala FA, dan juga pencapaian luar biasa lainnya yaitu menjadi runner-up di ajang Division Two.

Baca juga: Danau Tebesar di Indonesia dan ke indahnya


12 tahun setelah terdegradasi, United akhirnya kembali mendapatkan promosi ke liga tertinggi di Inggris, Division One. Sebagai perayaan, Mangnall mendatangkan Billy Meredith dari klub rival mereka, Manchester City. Dijuluki Welsh Wizard, Meredith dikabarkan terlibat dalam kasus penyuapan di City, karena itu ia akhirnya menjadi salah satu pemain yang dilelang bersama 17 pemain lainnya. Mangnall sangat cepat bergerak untuk mendapatkan tanda tangan pemain tersebut, bahkan sebelum lelang dimulai.


Kedatangan pemain sayap tersebut terbukti menjadi inspirasi yang sangat besar, dimana Meredith berjasa dalam memberikan assist untuk pemain penyerang, Sandy Turnbull pada musim 1907/08. Musim dimana United meraih gelar juara liga untuk pertama kalinya. Sebagai pemenang, United akhirnya bisa bermain di Charity Shield untuk pertama kalinya. Mereka merebut gelar juara Charity Shield setelah mengalahkan pemenang Southern League, QPR dengan skor 4-0. Kemenangan tersebut tidak terlepas dari hat-trick yang dicetak oleh Jimmy Turnbull, nama julukan untuk Sandy Turnbull. Trofi ketiga yang menjadi koleksi United diraih mereka di ajang Piala FA, pada tahun 1909. Saat itu United mengalahkan Bristol City dengan skor 1-0 di babak final, dan gol kemenangan tersebut dipersembahkan oleh Sandy Turnbull.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait