Bangunan dan Monumen Bersejarah

Pendidikan —Kamis, 29 Jul 2021 17:04
    Bagikan  
Bangunan dan Monumen Bersejarah
image/pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK 

Kali ini mimin mau bahas bangunan bersejarah di dunia apa saja yaa kira kira bangunan itu yok mari simak


1. Menara Eiffel
Menara Eiffel (bahasa Perancis: Tour Eiffel) merupakan sebuah menara besi yang di bangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.


Sejarah Pembuatan Menara Eiffel

Struktur ini dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis. Eiffel sebenarnya berencana membangun menara di Baecelona, untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai Kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, dan tidak cocok dengan kota itu. Setelah penolakan Rencana Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, dimana ia membangun menaranya setahun kemudian, yaitu pada tahun 1889. Menara ini diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889, dan dibuka tanggal 6 Mei. Tiga ratus pekerja menggabungkan bersama 18.083 bagian besi benam (bentuk murni dari besi struktural), menggunakan dua setengah juta paku, dalam bentuk struktural oleh Maurice Koechelin. Resiko kecelakaan sangat besar, untuk pencakar langit modern yang tak biasa menara ini terbuka tanpa tingkat tengah kecuali dua platform. Tetapi karena Eiffel mengambil sikap hati-hati, termasuk penggunaan takal bergerak, rel bantu dan layar, dan dalam hal ini hanya satu yang meninggal.


Sejarah Pembuatan Menara Eiffel

Kisah Tragis di Balik Romantisme Menara Eiffel

PARIS - Menara Eiffel tidak hanya menyimpan kisah romantis dalam hari-harinya menghiasi Kota Paris. Ikon Ibu Kota Prancis ini ternyata juga menyimpan kisah tragis.

Satuan Keamanan Paris beberapa hari lalu menjaga ketat Menara Eiffel setelah seorang turis naik ke puncak menara kemudian melompat hingga tewas. Korban berusia 25 tahun dan diduga bunuh diri.


Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata korban adalah turis asal Israel, yang terlihat di area Menara Eiffel sejak Minggu malam. Polisi mengevakuasi dan menutup Menara Eiffel setelah melihatnya naik ke menara setinggi 1.603 kaki tersebut pada pukul 23.30 waktu setempat.

Pria tersebut mengabaikan peringatan polisi dan terus memanjat hingga ke puncak menara. Dia tetap berada di sana hingga Senin pagi, dimana polisi dan jajaran pemadam kebakaran turut membujuknya turun. Akhirnya, pria tersebut loncat dari puncak Menara Eiffel, jatuh di lantai kedua menara tersebut, lalu tewas seketika.

Baca juga: Pemain Bola Terkaya di Dunia


Manajemen Menara Eiffel mengakui ini bukan kali pertama Menara Eiffel dijadikan lokasi bunuh diri. Mereka mengatakan sudah memerketat pengamanan dan menambah jaring pengaman untuk mencegah hal ini terjadi.
Menurut catatan, saat ini sudah ada 341 kasus bunuh diri di Menara Eiffel. Kasus kematian pertama terjadi pada 1911, saat seorang penjahit, Frantz Reichelt, tewas ketika mencoba jubah yang dia yakini bisa membuatnya terbang.

Menara ini mendapat berbagai kritik dari masyarakat ketika di bangun, menyebutnya mengganggu mata. Surat kabar harian dipenuhi dengan surat kritik dari komunitas seni di Paris.


Eiffel memiliki izin berdiri menara selama 20 tahun, yang berarti harus dibongkar tahun 1909, ketika kepemilikannya diserahkan kepada Kota Paris. Kota telah berencana meruntuhkannya (bagian dari peraturan kontes asli untuk merancang menara yang mudah di runtuhkan) tapi setelah menara ini terbukti mendatangkan untung dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri setelah izin tersebut kadaluwarsa. Sebagai contoh, Militer menggunakannya untuk mengatur taksi Paris di garis depan selama Pertempuran Marne Pertama, dan menjadi monomen kemenangan pertempuran.


Sejarah Pembuatan Menara Eiffel
Bangunan yang tertinggi di Perancis dan menjadi simbol kepada negara itu, "Menara Eiffel" atau lebih diberi jolokan "Menara besi" kerana hampir keseluruhannya bahan binaannya adalah daripada besi. Dibina oleh jurutera hebat yang bernama "Gustave Eiffel", Menara Eiffel mendapat namanya dari pembuatnya bagi mengenang jasa beliau. Keunikan monumen ini telah memukau mata dunia dan telah mengamit ramai pelawat hingga dikatakan Menara yang sering dikunjungi di dunia iaitu sebanyak 6,428,441 pelawat dan lebih 200 juta sejak ia siap dibina.


Dibuka dengan rasminya pada 31 Mac 1889, Menara Eiffel yang memiliki ketinggian 300 meter (1,063 kaki) dan diatasnya terdapat 'Antena Televisyen' setinggi 24 m ini mengambil masa 2 tahun untuk disiapkan. Selain digunakan untuk perlancongan Menara Eiffel juga dijadikan Menara Pemerhati. Memiliki 3 lif iaitu di aras bawah, tengah dan atas.


2. Patung Liberty
135 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Juni 1885, Patung Liberty yang dibuat di Prancis tiba di Amerika Serikat. Patung Liberti merupakan patung yang menjadi simbol universal kebebasan dan demokrasi.

Patung ini merupakan hadiah persahabatan dari orang-orang Prancis. Patung ini diresmikan pada 28 Oktober 1886 yang selanjutnya ditetapkan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1924.

Baca juga: Bikin Gagal Fokus Netizen, Ini Fakta Unik Rumah Baru Milen Cyrus


Patung Liberty yang ditujukan untuk memperingati Revolusi Amerika dan satu abad persahabatan antara Amerika Serikat dan Prancis. Dirancang oleh pematung Prancis, Frederic-Auguste Bartholdi. Ia dibantu oleh seorang insinyur bernama Gustave Eiffel, sosok insinyur yang selanjutnya mengembangkan menara di Eiffel di Paris.


Patung Liberty ini awalnya dijadwalkan selesai pada tahun 1876, bertepatan dengan deklarasi kemerdekaan Amerika. Akan tetapi, upaya penggalangan dana membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang telah diperkirakan baik di Eropa maupun di Amerika Serikat. Prancis menghabiskan dana untuk membuat patung tersebut sekitar 250.000 dolar atau jika diperkirakan dalam nilai uang pada saat ini adalah lebih dari 5,5 juta dolar.


Pada musim panas tahun 1884, akhirnya patung tersebut selesai di Paris. Patung tersebut memiliki bentuk perempuan mengenakan jubah dengan lengan terangkat yang memegang obor. Patung yang terdiri dari 350 bagian dan dikemas dalam 200 peti itu dikirim dari Prancis menuju New York dengan melintasi Samudra Atlantik. Pada 17 Juni 1885, akhirnya patung tersebut sampai di rumah barunya di Pulau Bedloe di Pelabuhan New York.

Saat ini, Patung Liberty menjadi salah satu lokasi atau suatu tempat berisikan monumen paling terkenal di Amerika. Tidak hanya dikunjungi oleh jutaan pengunjung dari seluruh dunia, selama bertahun-tahun, area patung ini juga telah menjadi tempat demonstrasi dan protes politik (dari hak pilih hingga aktivis anti-perang).


3. Menara Miring Pisa (Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa atau disingkat Torre di Pisa) adalah sebuah campanile atau menara lonceng katedral di kota Pisa, Italia.
Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri secara vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, namun mulai miring tak lama setelah pembangunannya dimulai pada Agustus 1173. Ia terletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga Campo dei Miracoli (lapangan pelangi) kota Pisa.


Baca juga: Jadi Tempat yang Dikeramatkan, Inilah Sejarah Makam Loang Baloq


Ketinggian menara ini adalah 55,86 m dari permukaan tanah terendah dan 56,70 m dari permukaan tanah tertinggi. Kelebaran dinding di bawahnya mencapai 4,09 m dan di puncak 2,48 m. Bobotnya diperkirakan mencapai 14.500 ton. Menara Pisa memiliki 294 anak tangga. Dengan adanya menara ini, sektor pendapatan ekonomi jadi bertambah karena adanya objek wisata.


Pembangunan Menara Pisa dilakukan dalam tiga tahap dalam jangka waktu 200 tahun. Pembangunan lantai pertama dari campanile yang berbatu marmer putih dimulai pada 9 Agustus 1173, yang merupakan era kesejahteraan dan kejayaan militer. Lantai pertama ini dikelilingi oleh pilar dengan huruf klasik, yang mengarah miring terhadap lengkungan kerai.


pembangunan menara ini adalah untuk menempatkan sebuah jam besar di atas menara tersebut. Namun, beberapa lama setelah pembangunan dimulai, ternyata menara setinggi 55 meter itu melenceng dari garis lurus sepanjang 5 meter. Oleh karena itulah menara ini disebut sebagai menara miring Pisa. Hingga kini, atas usaha para insinyur dan para ahli berbagai negara, kemiringan menara ini telah diperbaiki sampai batas-batas tertentu.

Setelah lantai ketiga dibangun pada 1178, menara itu mulai miring karena pondasi berdiri di atas lahan yang tidak stabil. Akhirnya, desain menara ini berbeda jauh dari rencana awal. Pembangunan ini sempat juga tertunda selama 100 tahun karena rakyat Pisa waktu itu bertempur dengan rakyat dari kawasan lain. Tapi, gara-gara tertunda itulah, menara justru bisa selamat. Kalau tidak ditunda, mungkin saja menara itu malah bakal jatuh.


Pada 1198 beberapa buah jam diletakkan di bangunan yang belum jadi itu. Sekitar 74 tahun kemudian, arsitek Giovanni di Simone melanjutkan lagi pembangunan menara.

Tidak lama kemudian, pembangunan lagi-lagi berhenti karena ada perang. Akhirnya, pada 1372 jadi juga lantai terakhir yang merupakan ruang bel dan bel pun terpasang di sana. Pembangunan ini dilakukan oleh arsitek yang berbeda, yaitu Tommasso di Andrea Pisano. Dia ini yang berhasil memadukan elemen Gothic dalam ruangan bel dengan gaya Roma. Di menara ini ada sekitar tujuh bel. Bel yang paling besar dipasang sekitar 1655.

Baca juga: Cara Membuat Kue Keong, Kuliner Khas Lombok yang Enak Sekali


Dari menara inilah, muncul cerita-cerita unik sekaligus bikin deg-degan. Misalnya saja, astronom Galileo Galilei sempat menjatuhkan dua bola yang berbeda berat dari menara. Ini untuk menunjukkan bahwa kecepatan yang berkurang dari kedua bola itu tidak karena beratnya. Tapi, kabarnya cerita ini juga dongeng saja.


Namun, yang benar terjadi adalah perintah dari penguasa Italia saat itu Benito Mussolini memerintahkan agar menara dikembalikan ke posisi vertikal atau tegak. Untuk melaksanakan perintah itu, pondasi menara diberi tambahan beton. Ternyata, hasilnya tidak sesuai perkiraan. Menara malah tambah tenggelam ke dalam tanah yang lembek.

Saat Perang Dunia II, militer Amerika nyaris juga menghancurkan Menara Pisa ini karena khawatir ada penembak jitu di sana. Untunglah, penarikan mundur pasukan menyelamatkan menara itu.


Ada kontroversi mengenai identitas dari arsitek Menara Miring Pisa. Selama beberapa tahun lamanya desainer dipredikatkan kepada Guglielmo dan Bonanno Pisano, seorang seniman lokal terkemuka abad ke-12 di Pisa, yang populer oleh cetakan perunggunya, khususnya di dalam Pisa Duomo. Bonanno Pisano meninggalkan Pisa pada 1185 menuju ke Monreale, Sisilia, hanya untuk pulang kampung dan meninggal di kampung halamannya. Sarkofagus nya ditemukan di dasar menara pada tahun 1820.


4. Monas

[Monumen Nasional]
Menomen ini terletak di Pusat Kota Jakarta. Tugu Monas merupakan tugu kebanggaan bangsa Indonesia, selain itu monas juga menjadi salah satu pusat tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Indonesia baik yang dijakarta maupun di luar Jakarta. Tujuan pembangunan tugu monas adalah untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran perjuangan Bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi 17 Agustus 1945, dan juga sebagai wahana untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi sekarang dan akan datang.

Baca juga: Merek Mobil Terkenal di Indonesia


Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.


Tugu Monas punya ciri khas tersendiri, karena arsitektur dan dimensinya kewajiban kias kekhususan Indonesia. Bentuk yang paling menonjol adalah tugu yang menjulang tinggi dan pelataran cawan yang luas mendatar. Di atas tugu terdapat api yang menyala tak kunjung padam, membayar keteladanan semangat bangsa Indonesia yang tidak pernah berjuang sepanjang masa.


Bentuk dan tata letak Monas yang sangat menarik memungkinkan pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dan sejuk yang memesona, berupa taman di mana yang terdapat pohon dari berbagai provinsi di Indonesia. Kolam air mancur tepat di lorong pintu masuk membuat taman menjadi lebih sejuk, ditambah pesona air mancur bergoyang.


Di dekat pintu masuk menuju pelataran Monas itu juga nampak megah berdiri patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda. Patung yang terbuat dari perunggu seberat 8 ton yang dikerjakan oleh pemahat Italia, Prof Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia.


Tumbuhan Pembangunan Monas

Makna awal pembangunan Monas muncul setelah sembilan tahun kemerdekaan diproklamirkan. Beberapa hari setelah peringatah HUT ke-9 RI, dibentuk Panitia Tugu Nasional yang mempersiapkannya Tugu Monas. Panitia ini dipimpin Sarwoko Martokusumo, S Suhud sebagai penulis, Sumali Prawirosudirdjo sebagai bendahara dan dibantu oleh empat orang anggota masing-masing Supeno, KK Wiloto, EF Wenas, dan Sudiro.


Panitia yang mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan Monas yang akan didirikan di tengah lapangan Medan Merdeka, Jakarta . Termasuk biaya pembangunannya yang harus dikumpulkan dari swadaya masyarakat sendiri.


Setelah itu, dibentuk panitia pembangunan Monas yang ”Tim Yuri” diketuai langsung Presiden RI Ir Soekarno. Melalui tim ini, sayembara penyelenggaraan dua kali. Sayembara pertama pada 17 Februari 1955, dan sayembara kedua digelar 10 Mei 1960 dengan harapan dapat menghasilkan karya budaya yang setinggi-tingginya dan menggelar kalbu serta memuat keluhuran budaya Indonesia.


Dengan sayembara itu, diharapkan bentuk tugu yang dibangun benar-benar bisa menunjukan kepribadian bangsa Indonesia bertiga dimensi, tidak rata, tugu yang menjulang tinggi ke langit, dibuat dari beton dan besi serta batu pualam yang tahan gempa, tahanan jaman sedikitnya seribu tahun serta dapat menghasilkan karya budaya yang menimbulkan semangat kepahlawanan.


Oleh Tim Yuri, pesan harapan itu dijadikan sebagai kriteria lima yang kemudian dirinci kriteria harus memenuhi ketentuan apa yang Mula-mula Nasional, menggambarkan dinamika dan berisi kepribadian Indonesia serta mencerminkan cita-cita bangsa, melukiskan dan menggambarkan “api yang berkobar” di dalam dada bangsa Indonesia, menggambarkan hal yang sebenarnya bergerak meski tersusun dari benda mati, dan tugu harus dibangun dari benda-benda yang tidak cepat berubah dan tahan berabad-abad.

Baca juga: Berani Coba? Macam Macam Hantu di Jepang


Namun, dua kali sayembara digelar, tidak ada rancangan yang memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan panitia. Akhirnya, Ketua Tim Yuri menunjuk beberapa arsitek terkenal yaitu Soedarsono dan Ir F Silaban untuk menggambar rencana tugu Monas. Oleh karena itu penting membuat gambarnya sendiri-sendiri yang selanjutnya diajukan ke Ketua Tim Yuri (Presiden Soekarno), dan ketua memilih yang dibuat Soedarsono.


Dalam rancangannya, Soedarsono mengajukan landasan pemikiran yang mengakomodasi keinginan panitia. Landasan pemikiran itu meliputi Kriteria Nasional. Soedarsono mengambil beberapa saat Proklamasi Kemerdekaan RI yang mewujudkan revolusi nasional sedapat mungkin menerapkan pada dimensi arsitekturnya yaitu angka 17, 8, dan 45 sebagai angka keramat Hari Proklamasi.


tugu yang menjulang tinggi falsafah “Lingga dan Yoni” yang menyerupai Bentuk “Alu” sebagai “Lingga” dan bentuk (cawan-red) berupa ruangan menyerupai “Lumpang” sebagai “Yoni”. Alu dan Lumpang adalah dua alat penting yang dimiliki setiap keluarga di Indonesia khususnya rakyat pedesaan. Lingga dan Yoni adalah simbol dari zaman dahulu yang menggambarkan kehidupan abadi, adalah unsur positif (lingga) dan unsur negatif (yoni) seperti adanya siang dan malam, laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, merupakan keabadian dunia.


Bentuk garis-garis arsitektur tugu ini tidak bergerak merata, naik melengkung, mewujudkan, merata lagi, dan naik tinggi, akhirnya menggelombang di atas bentuk lidah api yang menyala. Badan tugu menjulang tinggi dengan lidah api di puncaknya mengindahkan dan menggambarkan semangat yang berkobar dan tak kunjung mengunjungi di dada bangsa Indonesia.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait