Asal Muasal Kuda Lumping

Pendidikan —Kamis, 22 Jul 2021 14:46
    Bagikan  
Asal Muasal Kuda Lumping
Asal Muasal Kuda Lumping (pinterest)

LOMBOK,DEPOSTLOMBOK
Kuda lumping adalah seni tari yang di mainkan properti berupa tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tidak ada satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini hanya riwayat verbal yang di turunkan satu generasi ke generasi berikutnya. Konon tari kuda lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukana berkuda pangeran diponerogo dalm menghadapi penjajah belanda.

Ada pula versi yang menyebutkan bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden patah yang di bantu oleh Sunan Kalijaga melawan penjajah belanda. Versi lain menyebutkan bahwa tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan mataram yang dipimpin sultan Hamengkubuono pertama Raja mataram untuk menghadapi pasukan Belanda. Terlepas dari aasal usul dan nilai historisnya tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan kemiliteran sebuah pasukan.

Baca juga: Beberapa Tarian Khas Lombok Nusa Tenggara barat

Baca juga: 3 Menu Sarapan di Sekitaran Lombok yang Bikin Nagih

Berdasarkan catatan sejarah mengenai asal usul dari tari tersebut hingga saat ini masih simpang siur. Sehingga ada 5 versi yang menjelaskan tentang cerita sejarah Tari Kuda Lumping, diantaranya sebagai berikut:

Versi 1
Telah ada sejak zaman primitif dulu, dimana tarian ini digunakan dalam upacara adat maupun ritual yang bersifat magis.
Awalnya, properti yang digunakan masih sangat sederhana, namun semakin berkembangnya zaman semuanya semakin berubah.

Versi 2
Versi kedua ini menceritakan asal usul tarian berawal dari dukungan penuh dan bentuk apresiasi oleh masyarakat jelata.
Dukungan ini diberikan kepada Pangeran Diponegoro beserta pasukannya atas perjuangannya dalam melawan dan mengusir para penjajah.


Versi 3
Dalam versi ini ada yang berpendapat bahwa Tarian Kuda Lumping tercipta dari perjuangan Raden Patah.
Pendapat ini merupakan bentuk gambaran terhadap perjuangan Raden Patah bersama Sunan Kali jaga beserta pasukannya dalam mengusir para penjajah di Nusantara.

Baca juga: Asal Usul Nama Suku Sasak, Penduduk Asli Lombok

Baca juga: 5 Destinasi di Lombok yang Membuat Anda Tidak Mau Pulang

Versi 4
Tarian ini berasal atas penggambaran proses latihan pasukan perang Kerajaan Mataram, yang dikomandoi oleh Sultan Hamengku Buwono I, dalam menghadapi Belanda.

Versi 5
Versi terakhir ini adalah versi paling komplit, yaitu cerita tentang seorang raja yang sangat sakti di tanah Jawa.

Properti Tari Kuda Lumping
1. Bambu dianyam dan dibentuk menyerupai kuda dan nantinya akan dijadikan tunggangan para penari untuk melakukan aksinya.

2.Baju
Umumnya baju yang digunakan yaitu kemeja atau kaos dengan warna yang cerah. Dan baju atasan para penari akan ditambah dengan balutan rompi.

Baca juga: Yuk Cobain, Makanan Hitz di Drama Korea: Resep Jajangmyeon Korea Halal Yang Mudah Dibuat

Baca juga: Sinopsis Wire And Fire 2013, Menceritakan Seorang Gadis Muda yang Jatuh Cinta Kepada Pria yang Pemalu

3. Celana panjang
Celana panjang yang digunakan umumnya digunakan menggantung (di atas mata kaki).
Fungsinya untuk memudahkan para penari dalam bergerak, agar semakin lincah dan bagian atas pinggul dilapisi dengan selendang yang bercorak batik.

4. Kaos Kaki
Kaos kaki termasuk properti yang tidak terlalu wajib untuk digunakan. Fungsinya selain sebagai penghias tambahan juga untuk menghindari terjadi bahaya di luar kendali.

5. Gelang
Gelang mempunyai fungsi di dalam kesenian kuda lumping sebagai penghias saja. motif gelang yang digunakan bervariasi, biasanya berwarna emas atau disebut dengan klinting.

6. Sesumping
Sesumping adalah properti yang digunakan pada bagian telinga para penari. Alat ini akan memancarkan kilau cahaya, bentuknya seperti yang digunakan dalam pertunjukan kesenian wayang manusia.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis, Lengkap Dengan Bacaan Arab,Latin, Terjemahan dan Keutamaannya Menurut Islam

Baca juga: Google Trends 2021, Mengetahui Topik yang Sedang Trending Dapat Jadi Ide Konten di Media Sosial

7. Apok
Properti ini berupa lapisan penutup paling luar setelah baju dan rompi. Bentuknya unik dan khusus, menggambarkan kegagahan dan keperkasaan penari pria.

8. Rompi
Rompi menjadi lapisan antara kaos bagian dalam dan apok, biasanya digunakan oleh penari wanita saja.

9. Penutup Kepala
Penutup kepala ini dijadikan sebagai simbol pelindung kepala saat pasukan pergi berjuang ke medan perang.

10. abuk Hias
Sabuk hias memiliki fungsi sebagai pengikat untuk menguatkan seluruh kostum yang digunakan oleh para penari, dikombinasikan dengan tata busana yang sedang digunakan.

11. Selendang.
Selendang juga memiliki fungsi yang sama dengan sabuk hias, yaitu sebagai pengikat sekaligus properti tambahan.

Baca juga: Bingung PPKM Darurat mau ngapain? Berikut Rekomendasi Film Terbaik Netflik Untuk Menemanimu di Tengah PPKM Darurat

Baca juga: Valentino Rossi Masih Bisa Balapan Musim Depan, Ini Alasannya

12. Kacamata Hitam.
Kacamata hitam di sini fungsinya bukan untuk bergaya, melainkan supaya gerak-gerik mata penari tidak kelihatan oleh penonton. Karena mata penari akan terlihat sangat liar ketika pementasan sedang berlangsung.

13. Ikat Kepala.
Ikat kepala memiliki fungsi sebagai properti tambahan yang tidak wajib digunakan oleh penari. Dan warna ikat kepala disesuaikan dengan kostum yang sedang digunakan.

14. Cambuk.
Properti cambuk atau disebut dengan cemeti, hampir semua penari memilikinya.
Ada 1 atau 2 cambuk yang memiliki panjang 2 meter, sifatnya khusus dan apabila dihempaskan ke tanah akan muncul suara yang nyaring dan keras.

Baca juga: Boruto Episode 207 Sub Indo, Kekuatan Regenerasi Boro : Sarada Tusukan Cidori Kedalam Tubuh Inti Boro

Baca juga: Euro 2020 – Italia Lolos Ke Final Usai Mengalahkan Spanyol

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait