Sejarah Bulutangkis dan Perkembangan nya di Indonesia

Olahraga —Rabu, 28 Jul 2021 16:03
    Bagikan  
Sejarah Bulutangkis dan Perkembangan nya di Indonesia
image/pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK 

Bulu tangkis atau dalam bahasa Inggris bisa di sebut juga Badminton adalah suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di bagian pemukulnya. Dan memiliki gagang. Alat ini dikenal dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.


Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.


Olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Tiongkok.


Di Tiongkok, terdapat permainan yang disebut Jianzi, yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, koknya dimanipulasi dengan kaki. Objektif permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.


Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch memublikasikan kartun untuk ini.


Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.


Olahraga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.

BACA JUGA: Simak! Orang-Orang Terkaya di Dunia Beserta Fakta Menariknya

Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olahraga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris.


Rancangan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.


Bulu tangkis menjadi sebuah olahraga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olahraga ini, dan di negara-negara Skandinavia.


Lalu bagaimana sejarah Bulu tangkis masuk ke Indonesia
Di Indonesia sendiri, olahraga badminton mulai ada sejak tahun 1930-an. Ikatan Sport Indonesia (ISI) yang berjasa menaungi bulu tangkis pada masa itu. Bulu tangkis pun semakin berkembang pada masa setelah kemerdekaan Indonesia. Dan pada 1947, terbentuklah Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI).


Setelah terbentuknya PORI, organisasi khusus bulu tangkis pun terbentuk, yaitu Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Tim bulu tangkis Indonesia pernah berpartisipasi dalam IBF sekitar tahun 1953 dan, pada tahun 1958 Indonesia mengikuti kejuaraan piala Thomas yang diselenggarakan di Singapura

BACA JUGA: Ini dia Beberapa Suku di Indonesia, ada Jawa Hingga Sunda

Dalam sejarah bulu tangkis, di era 1950-an, negara Amerika, Denmark, Inggris, Malaysia, dan Thailand menjadi tim bulu tangkis terkuat pada masa itu. Akan tetapi, Indonesia justru tampil membanggakan dengan penampilan yang membuat Tan Joe Hook dan Ferry Sonnevile masuk ke “All Indonesian Final”.


Meski saat itu, Indonesia termasuk negara yang sedang berada dalam masa sulit dan tidak ada pendanaan melimpah untuk pembinaan olahraga bulu tangkis.


Pada masa ini juga muncul beberapa pemain yang melegenda. Salah satunya Rudy Hartono yang namanya berhasil tercatat di Guinness Book of World Records yang menjadi pemegang juara All-England. Selain itu, pemain tim ganda putra Indonesia, Tjuntjun dan Johan Wahyudi berhasil merebut juara ganda putra 6 kali.

Sayangnya, Indonesia pernah gagal pada piala Thomas yang diselenggarakan di tuan rumah sendiri yaitu di Jakarta (1967). Tetapi, Indonesia dapat membalas kekalahan pada piala Thomas di negeri seberang yaitu Kuala Lumpur, Malaysia.


Kalian pada penasaran kan tahun berapa Indonesia mendapatkan mendali emas pertama

Baru pada 1990 hingga 2000, Indonesia kembali bangkit dengan mencetak sejarah baru di tahun 1992 pada Olimpiade Barcelona. Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil memenangkan medali emas.


Bulu tangkis menyumbang 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Selain itu, 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu berhasil diraih oleh ganda putra Rexy Mainaky dan Ricky Subagja di Olimpiade Atlanta pada 1996.


Lalu bagaimana dengan kabar Indonesia sekarang
Tidak berhenti sampai situ saja, Cabang olahraga bulutangkis pada era sekarang mengalami banyak kemajuan mulai dari olimpiade 2016 hingga sekarang. Dibeberapa ajang turnamen dari beberapa sektor mengalami peningkatan seperti menyumbang mendali diajang Internasional kelas satu dunia.

BACA JUGA: Aldebaran Menangkap Basah Elsa yang Ingin Celakai Sumarno, Ikatan Cinta Malam Ini

Kejayaan bulutangkis indonesia mencapai puncak di sektor ganda campur yang ketika itu mendapatkan mendali emas pada tahun 2016 yang dimenangi oleh pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.


Tidak hanya berhenti disitu saja kejayaan Indonesia mencapai puncak pada tahun 2017 yang saat itu mendapatkan begitu banyak prestasi bukan hanya di sektor ganda campuran saja tetapi mulai dari ganda putra, tunggal putra, dan ganda putri. Pada saat itu mendali terbanyak berasal dari ganda putra yaitu Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gidion yang menyumbang 11 mendali emas mulai dari ajang All England sampai Final Dubai series 2017.


Tidak hanya itu ganda putra Marcus dan Kevin juga meneruskan perolehan mendalinya di 2018 yang artinya belom terkalahan dari tahun tahun 2017 dan selalu masuk dalam final super series untuk ke 15 kali secara beruntun.



Dalam perolehan peringkat dunia sektor ganda putra juga mendapatkan perolehan yang sangat baik seperti masuknya beberapa pemain indonesia dalam 10 besar dunia salah satunya Kevin dan Marcus berada dititik puncak teratas dunia yaitu satu dunia.


Terlihat dari berbagai prestasi yang dimiliki oleh ganda putra dunia mereka semakin kokoh di peringkat terartas setelah memecahakan rekor dengan mendapatkan point lebih dari 100.000 dalam 15 turnamen yang diikutin.


Bukan hanya disektor ganda putra saja disektor lain tunggal putra Indonesia masuk dalam 10 besar dunia dan disusul dengan ganda putri yang juga menduduki di peringkat 4 dunia hampir di semua sektor sampai dengan tahun ini begitu mengalami peningkatan yang sangat pesat hal itu didukung oleh kementrian olahraga dan pemerintah dengan diberinya jaminan seperti fisik maupun non fisik. Atlet yang berprestasi didorong dengan pemberian bonus dan status Pegawai Negeri Sipil (PNS).


PBSI dalam hal ini tidak boleh cepat puas, karna masih banyak tugas yang masih belum tercapai walaupun 80% bulutangkis indonesia mengalami kebangkitan. Mental dan fisik para pemain harus dimatangkan lagi karana pemain yang sukses tidak hanya bermodal kepintaran secara teknik dan power saja tetapi mental yang kuat seorang pemain bulutangkis harus ditanamkan sejak dini saat masih usia belia.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait