5 Makanan Ekstrim di Indonesia, yang Wajib Anda coba Kenikmatannya

Kuliner —Jumat, 6 Aug 2021 22:46
    Bagikan  
5 Makanan Ekstrim di Indonesia, yang Wajib Anda coba Kenikmatannya
image/pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK


Nusantara sangat kaya dengan rasa dan keaneka ragaman suku, bangsa dan bahasa termasuk juga kulinernya.
Dari mulai sate dan rendang pandang yang mendunia dan banyak lagi kuliner lainnya.

Tapi tahukah anda ada beberapa kuliner nusantara yang juga ekstrim bukan cuma soal rasa tapi bahan dasarnya.
Ini dia berberapa makanan ekstrim di Indonesia dengan sensasi rasa yang berbeda.


1.Tikus Panggang

Tikus panggang merupakan makanan ekstrim dari Minahasa. Jika berkunjung ke Minahasa Anda bisa mencicipi tikus panggang.
Kebanyakan orang yang telah mencicipi tikus panggang menyatakan bahwa rasanya cukup lezat dan hampir mirip dengan rasa ayam bakar.

Masyarakat Minahasa biasa mengolah tikus-tikus tersebut dengan di panggang dan ditambahkan olesan mentega.

Oleh karena itulah masyarakat Minahasa biasa menyebutnya tikus panggang bumbu mentega.


Bahan utama tikus panggang masyarakat Minahasa yakni bukanlah jenis tikus liar yang sering berkeliaran di selokan rumah.
Namun bahan utama kuliner tikus panggang berasal dari tikus-tikus yang ditangkap dari hutan dan kabarnya belum terkontaminasi sampah-sampah manusia.

Baca juga: 5 Pegunungan Terbaik di Lombok, yang akan Membuat Anda Takjub pada Keindahannya

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 6 Agustus 2021, Cancer Kurang Kafein, Virgo Perlu Bersabar dan Usaha yang Lebih Extra

2.Paniki

Sudah tahu bagaimana rasanya daging kalong atau kelelawar? Apabila belum Anda dapat mencicipinya bila berkunjung ke Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Ada 1 makanan ekstrim khas dari Kota manado yang bahan utamanya adalah daging kelelawar, atau yang biasa disebut warga Manado dengan nama Paniki Santan.


Makanan khas ini yang tergolong ekstrim ini merupakan hidangan berkuah santan bercita rasa pedas.
Kuah santan yang pedas pada Paniki bukan semata karena masyarakat Manado menyukai rasa pedas, tetapi juga karena kuah santan dengan banyak cabai mampu menyamarkan aroma sangat amis pada daging kelelawar.

Apabila berjalan-jalan di pasar tradisional Manado, Anda dapat dengan mudah menemukan pedagang daging kelelawar. Selain dijadikan olahan masakan bersantan pedas, daging kelelawar biasa pula dimasak menjadi sate kelelawar maupun kelelawar goreng.


3. sate Biawak

Sudah tahu kan dengan hewan biawak? Hewan melata ini penampakannya menyerupai komodo tetapi lebih kecil. Habitat biawak biasanya di rawa-rawa dan sungai.

Sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa dengan mengonsumsi makanan ekstrim daging biawak ini bisa menyembuhkan sakit gatal-gatal di kulit.
Daging biawak biasanya diolah dengan cara dijadikan sate.


Terutama bagi masyarakat Jawa, sate daging biawak sangat populer dijadikan obat tradisional yang lumayan manjur.

Selain dimakan dagingnya dalam bentuk sate, daging biawak juga biasa diolah menjadi minyak biawak yang dijual dalam kemasan botol dan berkhasiat sebagai obat.

Baca juga: Drama Korea Hospital Playlist 2 Episode 7 Sub Indo, Jun wan bahwa ia mengencani adiknya Ik Sun.

Baca juga: Seram! Berani Datang? 5 Wisata Paling Keren yang Terbengkalai dan Jadi Sarang Mahluk Halus

4.Ulat Sagu
Papua adalah daerah yang berada di bagian timur Indonesia. Papua mempuanyai berjuta keunikan tersendiri, mulai dari sukunya, adat-istiadatnya sampai kulinernya.

Terdapat satu makanan ekstrim yang sekaligus jadi kuliner khas bagi suku Kamoro yakni ulat sagu.
Jenis ulat sagu sangat mudah ditemukan pada batang-batang pohon sagu, terutama yang telah mati.


Hewan lunak ini dapat pula ditemukan dalam batang pohon kelapa yang telah mati. Masyarakat Papua biasa menikmati hidangan ulat sagu dengan cara dimasak terlebih dulu, tetapi biasa pula dimakan mentah.

Ulat sagu dipercaya sebagai bahan makanan yang berkhasiat untuk kesehatan, termasuk sebagai salah satu makanan penambah stamina.

Apabila traveling ke tanah Papua jangan lewatkan mencicipi sensasi makanan khas ini, itu pun bila tak merasa jijik.


5.Ulat Bulu

Kalo tadi ada ulat sagu sekarang ada ulat bulu makanan ekstrim ini berasal dari Kota Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Masyarakat Purworejo memang sudah biasa mengkonsumsi kuliner khas berbahan utama ulat bulu.
Sebagian masyarakat Purworejo percaya bahwa dengan mengonsumsi ulat bulu, maka bisa mengatasi sakit gigi. Meskipun demikian, bukan sembarang ulat bulu.


Jenis ulat bulu yang dikonsumsi masyarakat Purworejo adalah Lyman Tridae atau ulat dari pohon turi.

Ulat bulu yang biasa dikonsumsi di Purworejo biasanya disajikan dengan cara di sate maupun di goreng.
Ulat tersebut dipercaya mengandung protein, tidak beracun dan cukup aman dikonsumsi. Menurut sebagian orang yang telah mencicipi, olahan ulat tersebut memiliki rasa yang gurih dan enak.

Gimna tertarik nggak buat mencobanya? (NN)

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait