Minuman Minuman Tradisional

Kuliner —Jumat, 30 Jul 2021 10:24
    Bagikan  
Minuman Minuman Tradisional
Bir pletok (pinterest)

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK 

Kali ini mimin mau bahas temennya makan tradisional yaitu minuman nya kira kira apa yaa aduh jadi haus tuh kan mimin yok sobat Depost Lombok kita cek kira kira apa ya

1. Teh Talua
minuman tradisional yang terkenal dan berasal dari Sumatera Barat, namanya teh talua. Dulunya, minuman ini hanya favorit kaum bangsawan, tetapi sekarang seluruh kalangan bahkan anak muda juga menyukai teh talua.


Minuman yang terbuat dari telur

Teh talua berarti teh telur, merupakan salah satu jenis minuman teh yang dicampur dengan kuning telur. Telurnya bisa diambil dari telur ayam maupun bebek, teman-teman. Kemudian teh dan telur ini bisa ditambahkan susu atau gula agar rasanya lebih manis. Untuk menghilangkan amis dari telur, biasanya orang-orang akan menambahkan jeruk nipis.


Konon, dulunya hanya orang-orang bangsawan dan yang memiliki derajat lebih tinggi yang boleh minum teh talua di Sumatera Barat. Tetapi, sekarang semua kalangan bisa menikmatinya, sebab teh talua tersedia di kedai atau warung-warung biasa. Masyarakat biasa menikmati teh ini pagi hari, sebelum berangkat bekerja atau berangkat ke sawah.



Beberapa bagian dari teh talua
Teh ini memiliki beberapa tingkat di dalam 1 gelas. Masing-masingnya memiliki warna berbeda; ada yang agak kecoklatan, putih, dan sejenis busa. Konon jika teman-teman meletakkan sendok aluminium di tengah ketiga tingkatan ini, sendoknya dapat berdiri tegak, lo! Hihi.


Dulu hanya disukai oleh orang-orang tua

Dulu di Sumatera Barat, hanya orang tua yang menyukai teh talua. Karena teh ini dinilai dapat menyehatkan tubuh. Dan biasanya teh terhidang dalam keadaan panas. Tetapi sekarang di warung-warung atau kedai minum, banyak pula anak muda yang turut menikmati teh ini.

Teh talua zaman sekarang sengaja dibuat mengikuti selera banyak orang, agar dapat dinikmati oleh semua kalangan. Bahkan banyak warung atau kedai yang menyediakan teh talua versi dingin.

Nah, jika teman-teman tertarik untuk mencobanya, tidak ada salahnya mengunjungi salah satu kedai minum jika sedang di Sumatera Barat.


2. Wedang Uwuh
Wedang uwuh adalah ramuan tradisional yang terbuat dari 100% rempah alami yang sudah turun temurun sejak zaman Raja-raja Mataram. Wedang uwuh merupakan minuman tradisional alami khas Yogyakarta yang terbuat dari rempah-rempah alami dengan aroma menyegarkan serta cita rasa rempah herbal unik dan nikmat, juga kaya khasiat untuk kesehatan.

Baca juga: Danau Tebesar di Indonesia dan ke indahnya


2. Seperti apa asal usul (sejarah) wedang uwuh?
Wedang uwuh merupakan minuman tradisional khas Yogyakarta. Kata uwuh sendiri berarti “sampah”. Dinamakan uwuh karena minuman ini terdiri dari berbagai macam-macam bahan tumbuhan yang dicampur menjadi satu, dan jika dilihat akan tampak seperti sampah.


Asal mula wedang uwuh berasal dari kisah Sultan Agung, sebagai Raja Mataram di Yogyakarta. Suatu saat Sultan Agung bersama beberapa pengawalnya sedang mencari tempat yang akan dijadikan sebagai pemakaman keluarga Raja. Beberapa tempat telah mereka kelilingi, hingga akhirnya Bukit Merak Imogiri (Bantul) terpilih menjadi tempat yang paling cocok. Sebelum akhirnya pilihan benar-benar diputuskan, Sultan agung terlebih dahulu semedi (menyepi) di tempat tersebut untuk memantapkan hati.


Pada malam itu sang raja meminta pada salah seorang pengawalnya untuk membuatkan minuman untuk menghangatkan tubuhnya dalam proses semedi di bukit yang dingin itu. Pengawal tersebut kemudian membuatkan wedang secang dan meletakkannya di bawah pepohonan berdekatan dengan tempat semedi sang raja. Seiring berjalannya malam, angin bertiup riang, menari-nari, menerbangkan beberapa daun dan ranting pohon. Dedaunan dan ranting-ranting itu tak sengaja jatuh pada wedang milik raja. Bercampur dan larut menjadi satu. Karena gelapnya malam, sang raja tak menyadari ada yang salah pada minumannya. Ia pun meminumnya dan menikmatinya tanpa rasa curiga ataupun aneh sedikitpun.


Hari berikutnya sang raja kembali memanggil pengawal dan memintanya dibuatkan minuman yang sama persis dengan yang ia minum semalam. sang raja berkata bahwa minuman yang belum pernah ia rasakan itu sangat enak dan dapat menghangatkan tubuhnya dari udara dingin imogiri.


Merasa penasaran dengan perkataan sang raja dan ekspresi kepuasannya itu, pengawal kemudian mengambil wadah minum sang raja untuk memastikan minuman yang ia buat. Betapa terkejutnya ia bahwa yang berada di wadah minum adalah bahan-bahan minuman yang bukan ia buat. Ia kemudian mengamati bahan-bahan yang ada pada wadah tersebut, dan meraciknya pada malam selanjutnya. Hingga akhirnya minuman itu menjadi favorit di lidah sang raja dan masyarat Yogyakarta. Mereka pun menamakannya “Wedang uwuh”.


Wedang uwuh ini bisa didapatkan di angkringan yang juga banyakdisajikan di cafe, restoran, spa, hotel, dll di berbagai kota di Indonesia dan manca negara, terutama di Yogyakarta. Apabila ingin membuat sendiri, namun merasa repot untuk mencari bahan-bahannya, tak usah khawatir karena sekarang telah banyak dijual bahan wedang uwuh secara sachet beserta takaran yang pas di beberapa daerah di Yogyakarta. Tetapi saat ini di Temanggung, masih susah untuk membeli bahan wedang uwuh, karena jarang (sedikit) yang menjualnya dan hampir tidak ada.

Baca juga: Rafi Ahmad Covid dan Sembuh 2 Hari, Begini Kronologi dan Respon Kemenkes


3. Bajigur
Root of ginger on wooden tableRoot of ginger on wooden table Foto: Getty Images/iStockphoto/julichka

Bajigur pertama kali dibuat oleh masyarakat Sunda di Jawa Barat. Bajigur ditemukan secara tidak sengaja oleh para petani. Awalnya para petani ini terbiasa menikmati air rebusan gula aren di pagi hari sebelum beranjak ke sawah.


Air gula yang dinikmati hangat ini punya efek menenangkan sekaligus memacu semangat dan energi. Lambat laun, air gula aren ini mengalami perkembangan karena diberi berbagai tambahan bahan lainnya.

Para petani mulai menambahkan jahe dan santan. Minuman hangat ini langsung jadi favorit, apalagi pada masa itu kawasan Jawa Barat masih terasa sangat dingin. Minum segelas bajigur hangat bisa menjadi doping semangat sekaligus membuat tubuh hangat.


Bajigur terbilang minuman sederhana, bahan pembuatnya hanya terdiri dari gula aren, santan dan jahe. Penggunaan jahe pada bajigur juga tidak terlalu banyak sehingga rasa yang mendominasi yakni manis legit dari gula aren dan santan.

Kini ada beberapa orang yang membuat bajigur dengan tambahan daun pandan dan sedikit garam untuk penyeimbang rasa. Untuk membuat bajigur juga cukup mudah, semua bahan dicampur dan dimasak hingga mendidih dan agak kental. Bajigur harus segera disajikan saat masih hangat agar sensasinya lebih nikmat.


Bajigur identik dengan penyajiannya yang hangat. Sambil minum bajigur, ada juga berbagai menu pelengkap.

Tak kalah ndeso, makanan pelengkap bajigur adalah aneka rebusan mulai dari kacang rebus, singkong, pisang, ubi hingga talas. Ada juga yang kerap menikmati bajigur dengan kudapan manis tradisional seperti timus dan kue mata roda.


Di desa, masih banyak ditemui penjual bajigur yang berkeliling menggunakan gerobak. Penjual bajigur ini selalu membawa kompor untuk menjamin bajigurnya tetap hangat. Saat dibiarkan dingin, santan dan air jahe pada bajigur akan terpisah dan ini tentu akan mengurangi sensasi rasanya

Bajigur bukan hanya enak dan nikmat tapi juga punya segudang khasiat. Jahe pada bajigur membantu mencegah masuk angin dan mengobati perut kembung. Efek hangat juga bisa dirasakan tubuh setelah menikmati bajigur.

Baca juga: Bangunan dan Monumen Bersejarah


Bajigur yang terbuat dari gula aren asli juga efektif memberi energi ekstra pada tubuh. Minuman herbal ini juga membantu mengatasi masalah pencernaan, menjaga sistem imun, memperkuat tulang dan lain sebagainya.

Jika dahulu bajigur dijual menggunakan gerobak sederhana, kini bajigur jadi minuman naik kelas. Banyak kafe dan restoran mewah yang menghadirkan menu bajigur sebagai minuman andalan. Bajigur juga kerap disajikan dengan aneka rebusan umbi atau kacang


4. Bir Pletok

Menu
Biji Ketapang Khas Betawi
Telor Gabus Keju Khas Betawi
Dodol Betawi Original
Akar Kelapa Khas Betawi
Kembang Goyang Khas Betawi
HomeblogSejarah, Khasiat dan Serba-serbi Minuman Khas Betawi “Bir Pletok”
Sejarah, Khasiat dan Serba-serbi Minuman Khas Betawi “Bir Pletok”
Bir Pletok adalah minuman khas Betawi yang dibuat dari campuran rempah-rempah yang berkhasiat mencegah masuk Angin, asam urat, pegal-pegal dan menghangatkan badan. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol.


Dahulu kala, ketika masa penjajahan Belanda, orang betawi tidak mau kalah dengan penjajah yang suka meminum Beer. Karena itu, orang Betawi menciptakan minum sendiri yang fungsinya hampir sama, sama-sama minum, sama-sama keringetan, tapi orang Belanda pada mabuk, sedangkan kita sehat. Namanya pun beda. Kalau orang Belanda beer, sedangkan kita Bir.


Asal kata dari Bahasa Arab bi’run atau abyar yang berarti sumber mata air. Orang Betawi membuat minuman ini di bumbung (selongsong bambu) yang diisi es dan bumbung yang terkocok-kocok tersebut mengeluarkan bunyi pletak “pletok” dan dari situlah diangkat menjadi “Bir Pletok”.

Bir Pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas.


Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.

Dimana kita bisa mendapatkannya? Pantauan Admin GoBetawi Kita Bisa dapetin Bir Pletok di Warung Mpok Nini – Pusat Oleh-oleh KHAS BETAWI – Per botol dengan isi 250 Ml kita bisa nikmati dengan harga Rp. 13.000,-

Baca juga: Pemain Bola Terkaya di Dunia


Menurut Deni Ardini – Pemilik Usaha Oleh-oleh Khas Betawi ini, Bir Pletok menjadi salah satu produk unggulan yang dicari-cari Wisatawan daerah maupun mancanegara ketika datang ke tanah Betawi, datang 1 bulan ia bisa menjual hingga paling sedikitnya 3000 botol.


Dan yang Uniknya, menjawab keinginan peminat Bir Pletok diluar daerah yang sebelumnya tidak bisa menikmati karena Jasa layanan antar seperti JNE / Tiki yang tidak menerima produk cair, Warung Mpok Nini melakukan Inovasi dengan menlauching produk baru “Bir Pletok Bubuk” yang cocok untuk oleh-oleh pengganti bir pletok cair yang menggunakan kemasan botol beling dan kini untuk anda yang diluar kota dan ingin menikmati Bir Pletok, Ini Solusinya! Harganya hanya Rp.12.000,- per pack isi 2 Sachet.


Adapun Khasiat Bir Pletok antara lain:

Mampu meredakan nyeri lambung dan memulihkan radang sendi.
Jahe terbukti berkhasiat sebagai karminativum atau dapat merangsang keluarnya gas dari perut sehingga mampu mengobati masuk angin.
Sifatnya yang menghangatkan tubuh juga dipercaya mengurangi rasa mual, batuk, dan gejala flu ringan.
Penelitian lain menyebutkan, kandungan enzim protease dan lipase yang terkandung dalam jahe berfungsi memecah protein dan lemak. Enzim inilah yang membantu mencerna dan menyerap makanan sehingga meningkatkan napsu makan.


Jahe juga melindungi sistem pencernaan dengan menurunkan keasaman lambung. Senyawa aseton dan methanol pada jahe juga mampu menghambat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan. Manfaatnya, nyeri lambung bisa dikurangi dengan mengonsumsi jahe. Peradangan pada arthritis/radang sendi juga bisa ditanggulangi dengan banyak mengonsumsi jahe karena jahe menghambat produksi prostaglandin—hormon dalam tubuh yang dapat memicu peradangan.


Merangsang pelepasan hormon adrenalin yang dapat memperlebar pembuluh darah sehingga tubuh menjadi hangat, darah mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun.
Jahe Juga mengandung senyawa cineole dan arginine yang mampu mengatasi ejakulasi dini. Senyawa ini juga merangsang ereksi, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Tak salah jika orang pun menjulukinya sebagai aphrodisiac food atau makanan pendongkrak gairah seksual, istimewa bukan?


Pengobatan kanker indung telur, jahe merupakan salah satu senjata yang efektif dalam pengobatan kanker indung telur.
Mencegah kanker kolon, karena jahe juga bisa memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker kolorektal.
Penyembuhan mual akibat hamil, hasil pengamatan dari beberapa studi menunjukkan, jahe juga sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi mual yang dipicu oleh kehamilan.


Meredakan migraine, penelitian menemukan, jahe bisa meredakan rasa sakit migrain dengan cara menghentikan kerja prostaglandin, penyebab rasa sakit dan peradangan si pembuluh darah.
Meredakan kram, dalam sistem pengobatan China, jahe juga digunakan untuk mengatasi kram akibat menstruasi.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait