7 Menu Ini Mesti Disajikan di Hari Idul Adha

Kuliner —Rabu, 21 Jul 2021 14:22
    Bagikan  
7 Menu Ini Mesti Disajikan di Hari Idul Adha
7 Menu Ini Mesti Disajikan di Hari Idul Adha (Sumber Foto: Pinterest)

LOMBOK,DEPOSTLOMBOK

Dalam menyambut perayaan hari raya idul adha, biasanya masyarakat mencari referensi sajian yang tepat buat disajikan ke keluarga. Sajian tersebut haruslah enak, meskipun mayoritasnya berbahan dasar daging. Adapun sebagai rekomendasi, 10 makanan khas ini mesti dicoba selama lebaran haji :
1.       Sate
Sate adalah makanan paling identik dengan perayaan idul adha. Biasanya terbuat dari daging ayam, sapi, dan domba. Umumnya hanya dibalur dengan bumbu kacang. Buat pendamping biasanya disajikan pula lontong.
Bagi sebagian orang, sate biasa dengan bumbu kacang itu terasa kurang enak, karena bosan. Maka dari itu, kamu bisa mengimprovisasinya. Dengan cara meracik bumbu sendiri supaya lebih mantap. Bisa juga menambahkan bahan tambahan lain.

Baca juga: 5 Sate Khas Lombok yang Wajib Kamu Coba

Baca juga: Di Lombok, Vila Hantu Dijadikan Tempat Wisata


2.       Gulai
Gulai berasal dari Sumatera. Makanan ini merupakan persilangan antara hidangan India dan bumbu kari. Oleh karena itu untuk membuatnya butuh bahan-bahan penuh rempah. Karena kaya rempah, harum makanan ini enak sekali.
Gulai biasanya terbagi menjadi 3 jenis, dibedakan dari bahan dasarnya. Kalau bahan baku pakai ayam, maka disebut sebagai gulai ayam. Kemudian kalau yang dipakai adalah daging kambing, dikenal dengan gulai kambing. Begitu pun yang lain.

Baca juga: 5 Orang Pemilk Garis Tangan ini Diprediksikan Akan Kaya Raya di Masa Depan

Baca juga: Semur Daging Kuah Santan, Mudah Masaknya, Lezat Rasanya


3.       Rendang
Rendang dapat menjadi inspirasi hidangan ketika menjamu keluarga sewaktu perayaan idul adha tiba. Makanan ini memiliki citra rasa yang khas, sehingga semua orang menyukainya. Juga dari segi tekstur, rendang relatif lembut. Akibatnya orang dari berbagai usia boleh memakannya.
Rendang sendiri proses pembuatannya agak sedikit ribet. Daging mesti dibersihkan terlebih dulu, lalu bumbu-bumbu dihaluskan. Setelahnya tumis bumbu dan tambahkan sedikit santan. Masukan pula daging dan bekap sampai lama. Semua proses tersebut memakan waktu sampai 6 jam berturut-turut.

Baca juga: Mentigi Bay Dome Villas, Penginapan di Lombok Dengan Bangunan Unik dan Nuansa Alam Yang Eksotis

Baca juga: 5 Destinasi di Lombok yang Membuat Anda Tidak Mau Pulang


4.       Sop kambing
Sop kambing asalnya dari Malaysia. Meski demikian, makanan ini berkembang di Indonesia. Itu berkat rasanya yang luar biasa nikmat, dan membuat orang ketagihan. Walau ternyata bau daging kambingnya belum lepas secara sempurna.
Namun sampai sekarang, sudah banyak penjual yang berhasil menghilangkan bau pekat daging kambing. Entah itu dengan membekap daging bersama daun nangka. Ada juga yang menggunakan racikan tertentu yang merupakan warisan dari nenek moyang.

Baca juga: Sate di Lombok Paling Enak? Ya Sate Bulayak! Begini Cara Membuatnya!

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Lombok yang Bisa Bikin Awet Muda


5.       Kerupuk kulit
Hidangan berikutnya adalah kerupuk kulit. Makanan satu ini agar sempurna, diproses menggunakan alat-alat khas pabrik semisal wajan, mesin penekan dan mesin pengaduk. Namun dalam skala kecil pun tetap dapat dilakukan, tinggal lihat saja di internet.
Adapun kerupuk kulit dikonsumsi sebagai makanan pendamping nasi, mie dan lain-lain. Tentu saja akan menambah citra rasa dari hidangan utama yang disajikan oleh tuan rumah terhadap para tamunya. Apalagi jika rasa kerupuk kulit agak pedas.

Baca juga: Kisah Gunung Rinjani dan Danau Sagara Anak

Baca juga: Nikmatnya Sensasi Makan Nasi Payung Khas Lombok


6.       Semur ayam
Semur merupakan hidangan yang terbuat dari daging ayam atau sapi. Makanan ini telah ada sejak dulu, bahkan ketika zaman Kutai. Dikatakan bahwa salah satu prasasti memuat kata “Granan, Hadanan prana wedhus” yang artinya dipersembahkan sayur kerbau, dan kambing. Ahli sejarah belum memastikan yang dimaksud sayur kerbau itu semur, tapi kemungkinannya iya.
7.       Opor ayam
Di setiap hari raya umat islam, opor dan ketupat adalah dua hal yang wajib tersedia pada meja makan. Itu merupakan tradisi yang tetap dijalankan oleh umat muslim, dan telah berjalan sampai berabad-abad lamanya.
Adapun tradisi ini bermula pada abad 15-16 masehi. Dahulu di pulau Jawa sedang gencar-gencarnya islamisasi penduduk. Sunan kalijaga sebagai salah seorang tokoh, mencoba menyiarkan syiar islam lewat simbol kebudayaan. Kemudian dia pun mengambil ketupat dan opor sebagai cara untuk menanamkan nilai keislaman.

Baca juga: Pembangunan Sirkuit Mandalika Hampir Selesai untuk ajang MotoGP

Baca juga: Sembalun Lawang Surga Kecil di Timur Lombok

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait