Olimpiade Tokyo 2020

Internasional —Senin, 26 Jul 2021 16:06
    Bagikan  
Olimpiade Tokyo 2020
Sumber foto pinterest

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK

Salam olahraga, kali ini apa yang akan mimin bahas hayo yaa kali ini mimin mau bahas Olimpiade Tokyo, udah tau dong pastinya Tokyo itu dimana yaaa di Jepang, kali ini Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020 tapi sayang banget yaa sempat tertunda karena Covid-19 semakin parah dari pada basa basi mending langsung aja kita bahas yu

Olimpiade Musim Panas 2020, secara resmi dikenal dengan Games of the XXXII Olympiad, adalah ajang olahraga internasional akan datang yang semula dijadwalkan untuk diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada tanggal 24 Juli-9 Agustus 2020. Pada Maret 2020, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan untuk menunda olimpiade selama setahun karena pandemi COVID-19. Sejauh ini, IOC menyatakan bahwa olimpiade musim panas ini akan dibuka pada 23 Juli 2021, tepat satu tahun dari jadwal semestinya.

Baca juga: Alat Musik Tradisional Lombok

Baca juga: Cerita di Balik Keindahan Pantai Selong Belanak di Lombok, Pantai Yang Katanya Memiliki Kutukan Mengerikan

Olimpiade 2020 resmi ditunda karena pandemi COVID-19. Penundaan ini diresmikan oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada Selasa, 24 Maret 2020. Penundaan ini berdampak pada atlet-atlet yang datang. Contohnya, atlet Arab Saudi yang tertahan di Maroko. Karena tertahan disana, mereka menggelar latihan disana sampai pintu gerbang para atlet di Jepang dibuka kembali

Pada 9 Desember 2019, World Anti-Doping Agency (Bahasa Indonesia: Agensi Anti Doping Dunia disingkat WADA) melarang partisipasi atlet dari Rusia di segala ajang pertunjukkan bakat olahraga selama empat tahun, setelah terbukti bahwa Pemerintah Rusia memanipulasi data lab yang disediakan WADA pada Januari 2019, yang akhirnya diperbaiki kembali oleh Russian Anti-Doping Agency. Sebagai hasil dari pelarangan, WADA berencana untuk mengijinkan Atlet Rusia untuk berpartisipasi pada Olimpiade Musim Panas 2020 tanpa bendera dan lagu kebangsaan, yang juga dipakai pada Olimpiade Musim Dingin 2018, tapi tidak diijinkan untuk tampil pada cabang olahraga tim. Judul dari partisipasi netral ini belum ditentukan; Komite Peninjau Kepatuhan WADA yang dipimpin oleh Jonathan Taylor mengumumkan bahwa IOC tidak bisa menggunakan istilah "Atlet Olimpiade dari Rusia" (OAR) yang digunakan pada edisi Musim Dingin tahun 2018, menekankan bahwa atlet netral tidak dapat digambarkan mewakili negara tertentu. Rusia kemudian mengajukan banding kepada Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah mendapat putusan dari WADA.[35]

Baca juga: Streaming Ikatan Cinta Malam Ini, Aldebaran Keluarkan Mama Sarrah dan Jebloskan Elsa ke Penjara

Baca juga: Emulator PS1 Android Terbaik Buat Main Harvest Moon

Setelah meninjau kembali hasil tersebut, pada tanggal 17 Desember 2020 CAS memutuskan untuk mengurangi hukuman yang diberikan WADA terhadap atlet Rusia. Alih - alih melarang Rusia dari segala kompetisi olahraga, keputusan itu mengizinkan Rusia untuk berpartisipasi di Olimpiade dan acara internasional lainnya, dalam jangka waktu dua tahun, tim Rusia tidak bisa menggunakan mamanya, bendera, atau lagu kebangsaannya dan harus mewakili dirinya sebagai "Atlet Netral" atau "Tim Netral". Keputusan tersebut memungkinkan seragam tim untuk menampilkan "Rusia" pada seragam serta penggunaan warna bendera Rusia dalam desain seragam, meskipun namanya harus memiliki dominasi yang sama dengan sebutan "Atlet / Tim Netral".[36]

Pada 19 Februari 2021, telah diumumkan bahwa atlet Rusia akan berkompetisi dengan nama "ROC", padahal nama panitia sendiri secara lengkap tidak bisa digunakan untuk menyebut delegasi. Rusia akan mewakili bendera dari Komite Olimpiade Rusia.

Pada 6 April 2021, Korea Utara mengumumkan bahwa tidak akan berkompetisi pada edisi kali ini dikarenakan Pandemi COVID-19.[38] Ini merupakan absen pertama kali pada Olimpiade Musim Panas sejak 1988.

Per 13 Mei 2021, 166 Komite Olimpiade Nasional telah meloloskan atletnya (selain dari tempat universal dari cabang olahraga atletik, 206 KON akan mengirimkan semua atlet terbaiknya). 

Lalu bagaimana dengan persiapan Indonesia dalam Olimpiade Tokyo,
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang olahraga Olimpiade Tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Tokyo, Jepang.

Acara pelepasan digelar di halaman Istana Merdeka
Olimpiade Tokyo akan digelar 23 Juli hingga 10 Agustus 2021.

Indonesia memberangkatkan sebanyak 28 atlet dan 17 ofisial dari 8 cabang olahraga (cabor).


Delapan cabor ini sudah sepenuhnya siap bertanding secara sportif dan berpotensi meraih medali juara.

Kedelapan cabor tersebut yaitu atletik, panahan, rowing, menembak, bulu tangkis, angkat besi, renang, dan selancar.

Empat orang perwakilan atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo hadir secara langsung di pelepas ini.

Yakni Alviyanto Bagas Prastyadi (panahan), Arif Dwi Pangestu (panahan), Aflah Fadlan Prawira (renang), dan Windy Cantika Aisah (angkat besi).

Selain itu, acara pelepasan juga diikuti oleh para atlet, ofisial, dan ketua umum induk cabang olahraga secara virtual dari sejumlah tempat.

Antara lain di Hotel Aston, Hotel Mulia, pelatnas dayung Pangalengan, pelatnas selancar Bali, pelatnas angkat besi di Mess Kwini, dan Hotel Century.

Baca juga: Film Indonesia Zeta: When The Dead Awaken , Perjuangan Ibu dan Anak yang Bertahan Hidup di tengah Serangan Virus Zombie yang Mewabah

Baca juga: Pantai Tangsi ,Keindahan Pantai Dengan Pasir Merah Muda yang Mempesona

Berikut daftar 28 atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo :

Bulu Tangkis

1. Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra)
2. Jonatan Christie (tunggal putra)
3. Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri)
4. Greysia Polii (ganda putri)
5. Apriyani Rahayu (ganda putri)
6. Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra)
7. Marcus Ferlandi Gideon (ganda putra)

Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.
Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.

5. Apriyani Rahayu (ganda putri)
6. Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra)
7. Marcus Ferlandi Gideon (ganda putra)
8. Mohammad Ahsan (ganda putra)
9. Hendra Setiawan (ganda putra)
10. Praveen Jordan (ganda campuran)
11. Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran)

Atletik

12. Lalu Muhammad Zohri (100 m putra)
13. Alvin Tehupeiory (100 m putri - wildcard)
Panahan
14. Diananda Chairunisa (recurve perorangan putri)
15. Riau Ega Salsabila (recurve perorangan dan beregu putra)
16. Aried Dwi Pangestu (recurve beregu)
17. Bagas Prastayadi (recurve beregu) Menembak
18. Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (10m air rifle)

Dayung

19. Mutiara Rahma Putri (lightweight women double)
20. Melani Putri (ligtweight women double)
Selancar
21. Rio Waida (man shortboard)

Angkat Besi

22. Eko Yuli Irawan (61 kg putra)
23. Denin (67 kg putra)
24. Rahmat Erwin Abdullah (73 kg putra)
25. Windy Cantika Aisah (49 kg putri)
26. Nurul Akmal (+87 kg putri)
Renang
27. Aflah Fadlan Prawira (wildcard)
28. Azzahra Permatahani (wildcard)

Eko Yuli Irawan, berhasil merebut medali perak dari cabor angkat besi Olimpiade Tokyo 2021. Tampil pada Minggu (25/7/2021) siang WIB, Eko Yuli yang turun di kelas 61 kg itu sukses mencatatkan total angkatan 302 kg.

Eko Yuli mencatatkan total angkatan tersebut melalui percobaan angkatan snatch 137 kg dan usaha clean and jerk seberat 165 kg. Eko Yuli harus mengakui kekuatan lifter asal China, Li Fabin, yang meraih medali emas dengan total angkatan 313 kg.


Tampil di Grup A kelas 61 kg, Eko Yuli berhasil melalui percobaan pada snatch pertamanya. Eko Yuli yang langsung mencoba mengangkat beban 137 kg itu sukses melaluinya dengan sempurna di cobaan pertama.

Penantang terkuat Eko Yuli, yakni Li Fabin, juga mencoba untuk langsung mengangkat besi dengan berat 137 kg. Namun, Li Fabin justru gagal di percobaan pertamanya dengan angkatan tersebut

Li Fabin baru sukses mengangkat beban 137 kg di percobaan kedua. Sementara Eko Yuli, dia memutuskan untuk langsung mengetes mengangkat beban 141 kg di percobaan keduanya.

Baca juga: BTS Semakin Mendunia, Tidak Hanya Dengan Karya, BTS Juga Menjadi Duta Budaya Untuk Korea

Baca juga: Sholawat Jibril, Sholawat penuh Cinta membuka Pintu Rezeki dan Penerang Lentera Hati


Sayangnya, saat mencoba mengangkat beban 141 kg, Eko Yuli justru gagal setelah sempat cukup lama mengambil ancang-ancang. Pada percobaan terakhirnya, Eko Yuli lagi-lagi gagal mengangkat beban 141 kg.

Alhasil, Eko Yuli harus puas mengakhiri angkatan snatch di angka 137 kg. Dia berada di urutan kedua pada sesi snatch lantaran Li Fabin sukses mengangkat 141 kg di percobaan ketiganya.

Sementara itu, Li Fabin pada percobaan kedua berhasil mengangkat beban 172 kg dan itu membuatnya sukses memecahkan rekor di ajang Olimpiade.

Pada percobaan terakhirnya, Eko Yuli lagi-lagi gagal mengangkat 177 kg. Alhasil, medali perak menjadi hasil terbaik yang bisa diraih Eko Yuli. Sedangkan Li Fabin di percobaan ketiga, dia juga gagal mengangkat beban 178 kg, namun hasil itu tetap membuatnya berhak membawa medali emas.

Dengan begitu, Eko Yuli pun membawa pulang medali perak dari Olimpiade Tokyo 2020. Lalu medali emas menjadi milik atlet China, Li Fabin, dan perunggu diperoleh oleh lifter asal Kazakhstan, yakni Son Igor

Indonesia untuk sementara menghuni peringkat ke-19 dalam daftar perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020.

Tim Merah Putih meraih satu medali perunggu lewat Windy Cantika Aisah yang turun di cabang olahraga angkat besi kelas 49 kg putri.

Prestasi tersebut diraih Windy setelah mengemas total angkatan 194 kg yang merupakan gabungan hasil terbaik dari angkatan snatch dan clean & jerk.

Total angkatan snatch terbaik Windy Cantika Aisah adalah 84 kg. Adapun total angkatan clean & jerk terbaik Windy adalah 110 kg.

Hasil tersebut membuat Windy Cantika Aisah berada di peringkat ketiga, di bawah lifter Hoi Zhihui (China) dan Chanu Mirabai (India).

Selain Indonesia, sembilan negara lain juga mengemas satu medali perunggu yaitu Estonia, Perancis, Israel, Kazakhstan, Meksiko, Mongolia, Slovenia, Swiss, dan Ukraina.
Sementara itu, China berada di puncak klasemen dengan raihan empat medali, yakni tiga emas dan satu perunggu.
Sebanyak tiga medali emas milik China dipersembahkan oleh Sun Yiwen (anggar), Yang Qian (menembak), dan Hou Zhihui (angkat besi).

Adapun medali perunggu China datang dari cabang menembak nomor 10 meter air pistol putra.

Italia menyusul di bawah China dengan raihan satu emas dan satu perak, sama seperti perolehan medali tuan rumah Jepang.
Daftar perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 hingga Minggu (25/7/2021) pukul 05.13 WIB:

1. China - 3 emas, 1 perunggu
2. Italia - 1 emas, 1 perak
3. Jepang - 1 emas, 1 perak
4. Korea Selatan - 1 emas, 2 perunggu
5. Ekuador - 1 emas
5. Hongaria - 1 emas
5. Iran - 1 emas
5. Kosovo - 1 emas
5. Thailand -1 emas
10. Rusia (ROC) - 1 perak, 1 perunggu
10. Serbia - 1 perak, 1 perunggu
12. Belgia - 1 perak
12. Spanyol - 1 perak
12. India - 1 perak
12. Belanda - 1 perak
12. Rumania - 1 perak
19. Estonia - 1 perunggu

19. Perancis - 1 perunggu
19. Indonesia - 1 perunggu
19. Israel - 1 perunggu
19. Kazakhstan - 1 perunggu
19. Meksiko - 1 perunggu
19. Mongolia - 1 perunggu
19. Slovenia - 1 perunggu
19. Swiss - 1 perunggu
19. Ukraina - 1 perunggu

Kali ini indonesia berada di urutan 19, dalam bidang angkat beban telah menyumbangkan mendali perak, semoga hari ini besok dan lusa Indonesia bisa membawa kembali mendali untuk negeri tercinta kita, Kita sebagai masyarakat Indonesia kita harus mendukung atlet Indonesia untuk membawa pulang medali sebanyak banyaknya, mari kita dukung terus Indonesia dalam berbagai bidang cabang olahraga , jangan hate mereka apa bila mereka tidak membawa apa apa, mereka telah berjuang dengan semaksimal mungkin untuk bangsa kita ini

Baca juga: Simak Yuk! Rekomendasi Aplikasi Nonton Film Gratis Sub Indo Terbaik dan Terlengkap 2021

Baca juga: Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, Situs Wisata Sejarah dan Budaya di Lombok

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait