Kisah Sejarah dan Mitos Cadas Pangeran

Horror —Jumat, 5 Nov 2021 09:28
    Bagikan  
Kisah Sejarah dan Mitos Cadas Pangeran
image/ tangkapan layar twitter

DEPOSTLOMBOK

 Sumedang, Jawa Barat. Siapa yag tidak mengetahui nama daerah itu? Selain terkenal dengan Tahunya yang khas, Sumedang juga dikenal dengan salah satu jalan yang konon katanya sering mencari tumbal.

Jalan Cadas Pangeran belokasi diantara dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pamulihan dan Kecamtan Sumedang Selatan. Cadas Pangeran dibangun pada sekitar tahun 1808.

Meski sudah dibangun sejak lama, jalan ini hingga saat ini masih tetap berdiri kokoh menjadi alses untuk menggerak perekonomian rakyat Jawa Barat.

Jalan Cadas Pangeran ini dibangun atas inisiatif Gubernur Jenderal Belanda, Deandels. Menurut sejarah, jalan ini dibangun dengan mempekerjakan paksan ribuan rakyat setempat. Katanya, banyak sekali pekerja yang meninggal saat proses pembangunan Jalan Cadas Pangeran.


Penyebab meninggalnya para pekerja ini bermacam-macam. Ada yang kelelahan, diserang penyakit dan ada juga yang diserang binatang buas. Konon katanya, arwah para pekerja masih sering bergentayangan di sekitar Jalab Cadas Pangeran.

Tidak hanya itu, kondisi jalan yang gelap,sisinya jurang dan berada di tengah hutan menjadikan Jalan Cadas Pangeran sering dijadikan tempat “pembuangan” mayat-mayat korban pembunuhan. Ritual demi ritual pun sering dilakukan di area ini agar Jalan Cadas Pangeran aman dari gangguan arwah-arwah penasaran yang menganggu pengguna jalan.


Mitos yang paling terkenal di masyarakat adalah, ketika seorang pengendara motor melintasi Jalan Cadas Pangeran, maka motornya akan tiba-tiba mogok di tengah jalan. Konon saat motornya sudah mogok,mereka akan melihat sesosok bayangan berwarna hitam, dengan bulu seperti tikut di sekujur tubuhnya.

Namun ketika pengendara motor berusaha melihat dengan jelas, bayangan tersebut akan berubah menjadi semakin besar dan tinggi.

Mitos lain dari jalan Cadas Pangeran ini juga adalah mitos tentang sesosok wanita yang meminta tumpangan. Konon, ada sesosok wanita di ujung jalan yang suka meminta tumpangan kepada pengendara yang melintas. Yang menjadi targetnya biasanya adalah pria.

Baca juga: Tradisi Bau Nyale, Cacing yang Dipercaya Putri Mandalika

Baca juga: Resep Makanan Cara Membuat Sate Pusut Khas Lombok yang Legendaris

Baca juga: Resep Pangsit Mini, Cemilan Anti Ribet

Wanita tersebut biasanya meminta tumpangan dengan malu-malu, para pria yang kasihan biasanya akan luluh dan memberikan tumpangan pada wanita tersebut. Katanya, jika sudah sampai di tempat yang wanita itu tuju, maka wanita tersebut akan menampakan wajah aslinya.

Setelah menampakan wajah aslinya, para korban biasanya akan pingsan ditempat dan akanm ditemukan pada keesokan harinya ditengah hutan sambal memeluk pohon.

Tak cukup sampai disitu, salah satu mitos yang paling dikenal di kawasan ini juga adalah mitos untuk melempar rokok. Konon, para pengendara yang melewati jalan tersebut harus melemparkan rokok.


Rokok yang dilempar harus sudah dinyalakan terlebih dahulu. Menurut masyarakat sekitar, hal itu dilakukan untuk meminta izin kepada “penunggu” agar saat melintasi jalan tersebut tidak diganggu..

*Meskipun begitu, tulisan diatas belum dipastikan kebenarannya dan pembaca agar dapat mengambil hikmah dari semua kejadian tersebut. Dimohon untuk tidak mengikuti hal yang menyebabkan kesesatan dan menimbulkan kerugian. Tulisan diatas hanya sekedar fiksi belaka. *–zz-

Baca juga: Resep Minuman Segar Es Sarang Burung yang Mudah

Baca juga: Resep Ogura Cake yang Banyak Digemari

Baca juga: Resep Es Kacang Hijau Segar dan Enak

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait