Jadi Tempat yang Dikeramatkan, Inilah Sejarah Makam Loang Baloq

Hiburan —Kamis, 29 Jul 2021 10:39
    Bagikan  
Jadi Tempat yang Dikeramatkan, Inilah Sejarah Makam Loang Baloq
Ilustrasi Syeikh Gaus Abdur Razak (Pinterest)

LOMBOK, DEPOSTLOMBOK 

Lombok dikenal sebagai kota wisata. Berbagai macam tempat menarik tersedia pada ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat ini. Semuanya dapat dikunjungi oleh para wisatawan dengan hanya membayar tiket masuk saja. Mulai dari berbau alam sampai bernuansa perkotaan.


Lombok juga memiliki beragam destinasi wisata religi yang menarik dikunjungi apalagi ketika liburan telah tiba. Salah satunya adalah Masjid Bayan, masjid tertua di Lombok yang berusia sekitar 100 tahun lamanya dan sampai saat ini masih berdiri tegak.

Selain itu di Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Ampenan, terdapat satu kompleks pemakaman wali yang usianya sudah ratusan tahun. Di mana menjadi tempat bersemayamnya dua tokoh ulama, yaitu Syeh Gaus Abdurrazak, dan Syeh Anak Yatim. Tempat tersebut bernama Makam Loang Baloq.

image/Pinterest

Sejarah Makam Loang Baloq Lombok

Kata Loang Baloq berasal dari bahasa Sasak yang artinya Lubang Buaya. Nama tersebut diberikan karena pada kawasan ini terdapat sebuah pohon yang di tengahnya ada lubang. Lubang tersebut katanya menjadi tempat bersemayam seekor buaya berusia ratusan tahun.


Tepat pada sebelah lubang tersebut, ada sebuah makam yang merupakan tempat bersemayamnya Syeh Gaus Abdur Razak. Pada sisi lainnya, Syeh Anak Yatim yang nama asli belum diketahui, beristirahat dengan tenang.


Adapun Syeh Gaus Abdur Razak sendiri merupakan seorang ulama berasal dari Baghdad, Iraq.  Dia berhasil menyebarkan syiar islam di Palembang, dan membuat warga sekitar sana memeluk islam sebagai kepercayaannya. Dia juga sempat mendirikan pesantren untuk memperkuat penyebaran islam di sana.


Lalu sekitar abad 18, tokoh satu ini berlayar mengelilingi laut nusantara. Dia mengunjungi berbagai daerah sebagai tempat persinggahannya. Sebelum akhirnya dia tiba di pinggiran Pantai Ampenan Lombok, terus memberikan petuah-petuah ke masyarakat sekitar.

Baca juga: Cara Membuat Kue Keong, Kuliner Khas Lombok yang Enak Sekali


Saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah Lombok untuk menyiarkan islam, Syeh Abdur Razak sempat mengalami hadangan dari warga sekitar. Warga sekitar menganggap tokoh satu ini sebagai ancaman. Mengingat dulu mayoritasnya masih menganut agama hindu.

Bahkan Syeh Abdur Razak sempat hampir dibunuh oleh warga dengan menyebarkan bensin dan menyebarkannya ke sekeliling kediaman tokoh satu ini. Untungnya berkat pertolongan Tuhan yang Maha Esa, dia berhasil selamat. Dia pun tetap memberitakan nilai islam.

Seiring berjalannya waktu, islam makin melekat dalam hati masyarakat Lombok. Masjid-masjid maupun pesantren mengalami perkembangan yang luar biasa cepat. Maka dari itu, oleh masyarakat ia diangkat sebagai wali paling berjasa.


Untuk menghormati semua jasanya, dibangunlah sebuah kompleks pemakaman bernama Loang Baloq. Tempat ini secara geografis luasnya mencapai ribuan meter persegi. Lalu mampu menampung ratusan jenazah, salah satunya adalah Syeh Abdur Razak.


Kondisi Makam Loang Baloq Saat Ini

Meskipun menjadi tempat keramat, Loang Baloq keadaannya sedikit mengkhawatirkan. Dari jauh, tempat bersejarah satu ini terlihat sangat kumuh dengan sampah-sampah bertebaran begitu saja, tanpa ada yang membersihkannya.Beberapa tempat diselimuti oleh debu yang tebal dan membuat hidung geli.


Kemudian tempat yang paling banyak dikunjungi, yaitu makam Syeh Abdur Razak, tidak ada penanda sama sekali. Sehingga para penziarah pun sedikit kebingungan. Tidak sedikit yang berdoa pada tempat yang salah.

Mungkin kedua hal di atas terjadi karena sedikitnya kunjungan ke kompleks bersejarah satu ini. Mengingat pemerintah Indonesia sedang menerapkan kebijakan PPKM yang berlangsung sebulan lamanya, mulai dari awal juli sampai awal agustus 2021.

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait