Film India My Name Is Khan, tentang Cinta,Keluarga Dan Kepercayaan yang Menyayat Hati

Hiburan —Kamis, 22 Jul 2021 15:22
    Bagikan  
Film India My Name Is Khan, tentang Cinta,Keluarga Dan Kepercayaan yang Menyayat Hati
Screenshoot film my name is khan youtobe

LOMBOK,DEPOSTLOMBOK

Buat anda para pecinta film bolywood pasti sudah tidak asing lagi dengan aktor Sharukhan yang membintangi banyak film terkenal di jagad hiburan hindi.
Salah satu film yang paling buming di pasaran adalah film My Name Is Khan,
Film yang tayang pada tahun 2010.
Ini adalah salah satu film yang menguras air mata karena banyak adegan yang membuat kita terhanyut di dalam nya.
My Name Is Khan bercerita mengenai seorang lelaki Muslim bernama Rizwan khan (Shahrukh Khan) yang memiliki sindrom Asperger, sejak kecil dia tinggal bersama ibunya Razia khan (Zarina Wahab) dan adiknya Zakir khan (Jimmy shergill)
Setelah lulus kuliah adiknya zakir menikah dengan seorang wanita bernama Hasina ( Sonya Jehan) dan tinggal di amerika.
Tidak lama setelah itu ibunya meninggal dunia, Rizwan di ajak adiknya untuk tinggal bersama di Amerika.
Karena tidak ada kegiatan disana akhirnya Rizwan memutuskan untuk bekerja membantu adkinya zakir menjual produk kecantikan ke salon-salon namun saat di jalan penyakitnya kambuh karena mendengar bunyi nyaring dan melihat benda berwarna kuning.
hingga dia bertemu dengan seorang wanita yang bernama Madira (kajol devgan).
seorang janda muda yang memiliki seorang anak bernama Sameer (Yuvaan Makaar). Rizwan menyukainya dan selalu datang ke salon tempat Mandira bekerja.

Baca juga: Asal Muasal Kuda Lumping

Baca juga: Beberapa Tarian Khas Lombok Nusa Tenggara barat

stri Zakir, Haseena adalah seorang dosen psikologis dan dia yang pertama kali mendiagnosis Rizwan menderita Asperger’s syndrome. Dia memberikan Rizwan handy came agar dia tidak takut pada tempat-tempat baru. Handycame itu tidak hanya berguna untuk mengatasi ketakutannya, tapi dia gunakan juga untuk merekam Mandira saat sedang bekerja. Rizwan meminta Mandira memotong rambutnya dan saat itu dia mengatakan, “Marry me”. Mandira terkejut dan menganggap Rizwan hanya bercanda, tapi dia terus mengatakannya berulang-ulang sampai Mandira kesal dan memberikan syarat padanya untuk menemukan satu tempat di San Francisco yang belum pernah dia kunjungi.
Sameer mulai menyukai Rizwan saat mereka pergi ke museum dan Rizwan berhasil memenangkan kuis dengan menebak nama binatang sebanyak-banyaknya. Kemudian Rizwan bersama Madira dan Sam mengunjungi tempat-tempat yang dia janjikan pada Madira, namun semua tempat yang mereka kunjungi sudah pernah Madira kunjungi sebelumnya. Sampai suatu hari Rizwan mengajak Madira keluar dan melihat kota San Francisco dari atas bukit yang tertutup awan lalu pelan-pelan awannya menghilang menunjukan kemegahan kota. Madira tersentuh dan mau menikah dengan Rizwan. Ekspresi Rizwan saat itu tampak dipaksakan dan menjadi sangat menggelikan, sepertinya Shahrukh Khan berusaha keras menahan luapan kegembirannya mengingat perannya sebagai penderita Asperger’s syndrome.
Madira dan Rizwan menikah tanpa persetujuan Zakir. Dia hanya ingin adiknya menikah dengan orang beragama Islam, sedangkan Madira beragama Hindu. Meskipun Zakir tidak setuju, pernikahan tetap berlangsung dan Haseena datang merestui mereka. Mereka tinggal di kota Banville, bertetangga dengan keluarga Garrick. Mereka hidup harmonis, Madira membuka salon sendiri dan Rizwan berhasil menjadi ayah yang baik sekaligus teman terbaik bagi Sam Khan (membawa nama belakang ayahnya).
Namun serangan WTC pada 11 September yang berkaitan dengan perang Afghanistan dan agama Islam merubah segalanya. Rizwan dan Madira mengunjungi keluarga Garrick yang kehilangan anggota keluarganya akibat serangan WTC. Rizwan menggunakan baju koko serba putih dan membaca surat Al-Fatihah diantara orang-orang yang membawa lilin yang beragama Kristen. Orang-orang disekitarnya menghindar dan memnadang sinis kearahnya. Reese anak dari keluarga Garrick, yang juga sahabat Sam, juga menjauhi Sam. Di sekolah Sam dikucilkan dan dikerjai teman-temannya karena memiliki nama belakang Khan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Pusat Oleh-Oleh khas Lombok Yang Wajib Dikunjungi, Paling Lengkap dan Favorit

Baca juga: Yuk Cobain, Makanan Hitz di Drama Korea: Resep Jajangmyeon Korea Halal Yang Mudah Dibuat


Rizwan memberikan Sam sepatu, namun Sam sedikit kesal karena kejadian di sekolahnya. Tak lama kemudian dia meminta sepatunya dan meminta maaf karena telah membentak. Keesokan harinya dia menggunakan sepatu itu. Dia menemui Reese memintanya berteman kembali, tapi terjadi perdebatan diantara mereka di lapangan sepak bola. Hal itu menarik perhatian siswa senior dan ikut menghajar Sam. Sam tidak terima dirinya terus disalahkan karena kejadian 11 September itu. Reese mencoba melerai tapi anak yang lain memegangnya. Sam menendang bola dan mengenai kepala salah satunya. Dan anak itu menendang balik tepat ke jantung Sam. Hal itu menyebabkan Sam meninggal.
Madira sangat tertekan dia menyesal karena menikahi seseorang yang memiliki nama Khan. Dia juga terus mencari tahu siapa yang membunuh anaknya. Sedangkan Reese terus menutup mulut karena diancam siswa senior. Madira meminta Rizwan pergi. Saat adegan ini Kajol beracting optimal, dia meluapkan kesedihannya di tengah lapangan tempat Sam meninggal. Dia berteriak pada Rizwan dan merasa lebih baik mati. Rizwan yang panic memintanya jangan mati. Lalu Madira mengusir Rizwan dan dia baru boleh kembali setelah mengatakan pada Presiden dan semua warga Amerika kalau yang bernama Khan bukan teroris dan Sam bukan teroris. Dia tidak bersalah..
Rizwan pun pergi menggunakan sepatu Sam dan melakukan perjalanan menemui Presiden.
Dari situlah perjalanan baru dalam hidup Rizwan di mulai sepanjang perjalanan nya dia bertemu dengan banyak orang baru yang memberinya pengalaman juga dukungan
Yang bisa merubah persepsi orang tentang agamanya.
hingga akhirnya dia bisa bertemu dengan presiden Amerika yang baru dan mengatakan kalau "namanya adalah khan dan dia bukan teroris".

Banyak pesan moral yang bisa kita ambil dalam film My Name Is Khan.
Film besutan karya sutrada india Karan Johar ini mampu memberikan lapisan yang ringan dan lebih membumi pada tema mengenai konflik agama, yang terdengar berat dan sensitif, sehingga My Names is Khan mampu dapat dicerna dengan mudah.
Gimana,penasarankah sama filmnya? Cocok nih buat referensi tontonan anda di masa ppkm darurat.(NN)

Baca juga: 3 Menu Sarapan di Sekitaran Lombok yang Bikin Nagih

Baca juga: Sinopsis Wire And Fire 2013, Menceritakan Seorang Gadis Muda yang Jatuh Cinta Kepada Pria yang Pemalu

Editor: Rere
    Bagikan  

Berita Terkait